Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kepsek SMPN 18 Malang Dicopot Usai Diduga Aniaya Siswa karena Tak Kenakan Seragam Lurik

Repelita.net

26 September 2026 12:46 WIB • 53 view

[VIRAL] Kepsek SMPN 18 Malang Dicopot Usai Diduga Aniaya Siswa karena Tak Kenakan Seragam Lurik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sanksi tegas berupa pencopotan jabatan resmi dijatuhkan kepada oknum Kepala SMPN 18 Malang berinisial MAH oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang pada hari Jumat.

Keputusan pencopotan kepsek tersebut diambil buntุด atas tindakan penganiayaan fisik yang menimpa sejumlah pelajar di lingkungan sekolah menengah pertama negeri itu.

ADVERTISEMENT

Aksi kekerasan fisik tersebut dilakukan oleh pimpinan sekolah lantaran para korban kedapatan tidak mengenakan pakaian seragam lurik pada hari sebelumnya.

Rekaman video amatir aksi pemukulan itu seketika menyebar luas dan viral di berbagai platform media sosial hingga menuai kecaman publik.

Respons cepat langsung ditunjukkan oleh para wali murid bersama jajaran instansi pendidikan setempat yang mendatangi sekolah pada Jumat pagi guna melakukan mediasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang bernama Suwarjana menyampaikan bahwa pihaknya sudah berulang kali memberikan instruksi kepada seluruh sekolah agar menghindari pemaksaan aturan seragam.

Insiden memilukan ini mendorong pihak dinas untuk segera menjalankan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan penerapan seragam sekolah.

"Kami akan evaluasi. Kami sudah menyarankan agar tidak ada pemaksaan," ucap Suwarjana memberikan keterangan terkait penanganan kasus kekerasan tersebut.

Kebijakan dispensasi sebenarnya telah diberlakukan sejak awal tahun ajaran baru bagi seluruh siswa tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah.

Kebijakan kelonggaran tersebut mengizinkan peserta didik baru untuk mengenakan pakaian seragam edisi lama sembari menunggu pengadaan seragam baru selesai.

Langkah humanis itu diambil dengan pertimbangan utama agar para orang tua murid tidak merasa terbebani secara finansial di awal tahun ajaran.

Kendati demikian, pihak dinas sama sekali tidak menyangka bahwa aturan atribut seragam lurik justru berujung pada tindakan kekerasan di lembaga pendidikan tersebut.

"Ternyata sekolah sedikit memaksa. Ini akan kami evaluasi," ujar Suwarjana menegaskan komitmen pengawasan ketat terhadap institusi pendidikan di daerahnya.

Proses mediasi yang diselenggarakan di sekolah pada Jumat pagi turut dihadiri langsung oleh pejabat tinggi daerah termasuk Pje Sekretaris Daerah Kota Malang.

Salah satu orang tua korban kekerasan bernama Ruli mengaku baru mengetahui nasib malang yang menimpa anaknya setelah menyaksikan rekaman video yang beredar.

Korban berinisial W yang duduk di bangku kelas delapan sama sekali tidak menceritakan insiden penamparan tersebut kepada orang tuanya di rumah.

"Saya tahunya pas lihat video itu. Anak saya enggak ngomong. Setelah saya tanya, dia bilang takut, takut diintimidasi," ungkap Ruli menceritakan kronologi penemuan kasus.

Aksi pemukulan brutal itu dilaporkan terjadi pada jam pertama kegiatan sekolah hari Kamis pagi ketika aktivitas belajar mengajar baru akan dimulai.

Remaja berinisial W tersebut terpaksa hadir ke sekolah tanpa mengenakan pakaian lurik karena pakaian resmi miliknya sedang dalam proses perbaikan di penjahit.

"Kan masih dijahit karena sobek. Terus anak saya ditempeleng tiga kali, dicubit di bagian perut satu kali, sama dijambak," kata Ruli membeberkan bentuk penyiksaan yang diterima anaknya.

Dampak dari penganiayaan tersebut membuat korban sempat mengeluhkan rasa pusing di bagian kepala akibat hantaman tangan yang dinilai cukup keras.

Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh orang tua korban terkait potensi trauma psikologis yang mungkin mengganggu mental belajar anaknya ke depan.

Meskipun mengalami insiden kekerasan fisik yang membahayakan, korban dilaporkan masih memiliki niat kuat untuk melanjutkan kegiatan belajar di sekolah tersebut.

"Masih mau sekolah lagi. Cuma saya takut kalau nanti trauma," kata Ruli menutup keterangan mengenai kondisi psikologis buah hatinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung