Repelita Jakarta - Aksi KDM kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah gaya komunikasinya saat berada di tengah masyarakat dinilai sebagian warganet lebih menonjolkan sisi konten.
Unggahan akun Threads @corongnetizenindonesia pada 7 September 2026 menyoroti perilaku KDM yang disebut mengundang gelak tawa dan memunculkan julukan “Gubernur Konten”.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut menyebut penampilan serta aktivitas KDM di ruang publik menjadi perhatian karena dianggap berbeda dari citra pejabat daerah pada umumnya.
Sejumlah pengguna Threads kemudian memberikan respons beragam, mulai dari sindiran terhadap gaya KDM hingga pembelaan terhadap kinerja yang dinilai terlihat langsung di masyarakat.
Akun @masboy2027ri menulis, “Kdm = jokowi part 2 Nggedabrus”
Komentar lain disampaikan akun @santihaliem dengan menulis, “Jujur ya, itu aku yang ketawa 🙏🏻”
Sementara akun @apuguhr memberikan permainan kata terhadap inisial KDM dengan menulis, “Konten delusion maker (kdm)”
Akun @rifkydhikaa juga ikut menanggapi unggahan tersebut dengan komentar, “Dia kenapa ga casting biskuat aja dah”
Kritik berikutnya datang dari akun @ellandy_m10 yang menilai gaya tersebut bukan sesuatu yang baru.
“Modelan gini dari 2014 masa sih gak nyadar??? Atau memang bebal??”
Akun @oishiiiioo_ juga memberikan respons singkat bernada sindiran dengan menulis, “Bebaaal, mereka memang bebaaal😖”
Di tengah berbagai komentar negatif, terdapat pula pengguna yang memberikan penilaian berbeda terhadap aktivitas KDM sebagai kepala daerah.
Akun @widdy_mubarak menilai hasil kerja KDM dapat dilihat secara nyata dan menganggap aktivitas yang disebut sebagai konten juga dapat dipandang sebagai bentuk motivasi bagi pemimpin daerah lainnya.
“hasil kinerjanya jelas, nyata. adapun kontrn tergantung cara kita melihatnya. saya melihatnya ini sbg motivasi pemimpin daerah lain agar mencontoh, nampak hasilnya. kalau yg merasa terancam elektabilitasnya pasti melihat kdm negatif dan akan menggiring opini agar ini terlihat negatif. daripada yang ga keliatan kerjanya tau2 berita ditangkap kpk”
Komentar lain kembali muncul dari akun @benijusuf yang menulis, “Habis mulyono terbitlah mulyadi”
Sementara akun @iam_lala19 hanya memberikan respons singkat, “Kakkk 😭🤏”
Perbedaan tanggapan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas KDM di ruang publik tidak hanya dinilai dari gaya komunikasinya, tetapi juga dikaitkan dengan persepsi masyarakat terhadap hasil kerja dan citra kepemimpinannya.
Sebagian warganet menganggap aktivitas tersebut sebagai bagian dari komunikasi publik, sementara lainnya mempertanyakan batas antara aktivitas pemerintahan dan pembuatan konten.
Perdebatan mengenai KDM pun terus berkembang di media sosial, dengan penilaian yang berbeda antara pengguna yang menyoroti gaya penampilan dan mereka yang lebih menekankan hasil kerja pemerintah daerah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads