Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kapal Tanker Pertamina Tak Punya Awak Indonesia, Semua Kru dari India

Repelita.net

20 April 2026 22:34 WIB • 943 view

[VIRAL]  Kapal Tanker Pertamina Tak Punya Awak Indonesia, Semua Kru dari India
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah video yang diunggah kreator asal Indonesia, @andrianumar atau dikenal sebagai Rian Zale, mendadak viral dan memicu perdebatan publik tentang tenaga kerja asing di aset BUMN.

Dalam rekaman tersebut, Rian menemukan fakta mengejutkan bahwa kapal tanker raksasa GMT Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tidak memiliki satu pun awak berkewarganegaraan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Seluruh kru yang bertugas di kapal milik anak usaha Pertamina tersebut ternyata merupakan warga negara India.

Peristiwa ini terjadi pada 18 April 2026, tepat saat Iran kembali menutup jalur vital Selat Hormuz.

Penutupan jalur tersebut memaksa GMT Gamsunoro melempar jangkar di perairan Teluk Arab atau Dubai demi alasan keamanan.

Melalui panggilan radio resmi, Rian mencoba menjalin kontak menggunakan bahasa Inggris dengan awak kapal.

Namun, komunikasi tersebut justru mengungkap kenyataan pahit yang memicu kekecewaan besar di kalangan pelaut domestik.

"Karena aku berharap ada orang Indonesia. Syok pasti! Sebagai putra bangsa pasti kecewa," ungkap Rian dalam video unggahannya.

Video tersebut kini viral dan menuai ratusan komentar pedas dari netizen yang kecewa dengan kebijakan ketenagakerjaan BUMN.

Berdasarkan data teknis per April 2026, MT Gamsunoro merupakan kapal pengangkut minyak mentah (crude oil tanker) yang dibangun pada tahun 2014.

Meskipun dimiliki oleh anak usaha Pertamina, kapal berukuran 228,6 x 42 meter ini beroperasi dengan bendera Panama.

Penggunaan bendera asing dan kru luar negeri pada aset negara ini memicu perdebatan hangat mengenai nasionalisme.

Publik mempertanyakan keberpihakan BUMN terhadap tenaga kerja lokal di kancah internasional.

Saat ini, kapal dengan nomor IMO 9677313 tersebut dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab.

Kapal tersebut sebelumnya melakukan docking di Tuzla, Turki sebelum akhirnya terjebak di tengah eskalasi militer.

Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan keselamatan awak kapal asal India tersebut.

Situasi ini menjadi sorotan tajam bagi publik Indonesia, tidak hanya karena masalah keamanan energi.

Publik juga menyoroti soal identitas awak kapal yang dianggap tidak merepresentasikan kepentingan nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung