Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Instruksi Pembukaan Serentak Koperasi Desa Memicu Kebingungan Pegawai Akibat Kelangkaan Stok Barang Dagangan Di Daerah

Repelita.net

15 October 2026 23:08 WIB • 77 view

[VIRAL] Instruksi Pembukaan Serentak Koperasi Desa Memicu Kebingungan Pegawai Akibat Kelangkaan Stok Barang Dagangan Di Daerah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang sentilan digital kembali mengarah pada efektivitas pelaksanaan program ekonomi kerakyatan berbasis koperasi desa yang diinstruksikan oleh otoritas tertinggi pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @senarahmaditya pada tanggal 15 Oktober 2026.

Melalui unggahan itu, digambarkan adanya situasi kepanikan serta kebingungan dari jajaran internal pengelola program operasional di tingkat bawah.

"Prabowo sampai 2x nelpon cuma buat mastiin serentak kopdes dibuka. Serentak Pegawainya bingung mau jualan apa," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Ia menilai bahwa kebijakan instruksi lisan berkala dari sang kepala negara tersebut terkesan dipaksakan tanpa melihat kesiapan matang komponen di lapangan.

"Dalangnya bingung, Wayangnya bingung, kaum 58% juga bingung, yang penting penontonnya ketawa. Tetap di Operabowo Van Kopdes," lanjutnya memberikan kritik sinis.

Pihak pengunggah bahkan membandingkannya dengan pola operasional unit usaha swadaya mandiri milik masyarakat perkampungan yang dinilai jauh lebih konsisten tanpa perlu komando formal.

"Warung madura buka 24 jam ga perlu sampai di telepon presiden," sebut akun tersebut menambahkan catatan narasi pada draf unggahan keduanya.

Unggahan mengenai dinamika operasional program klaster ekonomi desa ini seketika dibanjiri beragam respons ketus dan protes terbuka dari para pengguna media sosial.

Seorang warganet menuding bahwa konsentrasi perhatian dari pucuk pimpinan administrasi negara saat ini hanya berputar pada agenda pemenuhan gizi dan koperasi saja.

"Yg ada dikepala presiden hanya 2, MBG dan Kopdes,... kalau ada bencana karhutla, pln black out, banjir.. dsb mah diluar kepala alias tak pernah dipikir," tulis akun @sdm972b dalam kolom komentar.

Netizen lainnya turut melayangkan kritikan tajam agar jajaran eksekutif memprioritaskan penyelesaian kedaruratan musibah alam yang sedang melanda beberapa wilayah daerah.

"Malah ngurusin KOPDES urus dulu lah kebakaran itu," ungkap akun @firdausrmdhn08 menyampaikan desakannya kepada akun otoritas resmi pemerintahan.

Sikap terburu-buru dalam merealisasikan sebuah keinginan tanpa kajian matang juga turut disorot menggunakan istilah analogi kearifan lokal jawa oleh warganet lain.

"Dia ini kenapa sih sebenernya?! Kudu kudu banget yg dipengenin harus ada detik itu juga. Kalo orang jawa bilang 'nek nduwe kepinginan sak deg sak nyet kudu ono'," tutur akun @notneni memberikan penilaian psikologis.

Kekesalan serupa atas rentetan musibah bencana nasional yang dinilai kurang mendapatkan perhatian serius kabinet turut diluapkan secara kasar oleh seorang pengguna.

"Kopdes.. Kopdes... MBG..MBG...Taee kucing lo, pikirin noh banyak bencana dinegara kita gara2 ulah lo dan pembantu lo yg buat ulah monyong," tulis akun @mochamad.sarif mengekspresikan kemarahannya.

Sebagai penutup deretan respons publik, seorang netizen di daerah membeberkan fakta riil mengenai kondisi kelangkaan stok barang dagangan pada unit koperasi setempat.

"Di daerahku ada KDMP tapi sampai sekarang masih tutup. Di dalam koperasi itu juga blm ada isinya apapun. Gimana suruh jualaaaaan ?????" ungkap akun @winarto_cinta_damai mengakhiri keluh kesah masyarakat bawah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok











View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung