Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Ikan Mati Massal Usai Diberi Nasi Sisa MBG

Repelita.net

06 September 2026 17:00 WIB • 672 view

[VIRAL]  Ikan Mati Massal Usai Diberi Nasi Sisa MBG
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan akun X @yusuf_dumdum pada 6 September 2026 menyoroti persoalan makanan sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut diberikan kepada ikan hingga menimbulkan reaksi warganet.

Dalam unggahan tersebut, @yusuf_dumdum menulis, "Ikan dikasih makan sisa MBG aja mati 🫣".

ADVERTISEMENT

Unggahan itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna X yang mempertanyakan kondisi makanan, penyebab kematian hewan, hingga kualitas pengolahan makanan MBG.

Akun @rizalsuryo memberikan komentar, "Ikan nya bodoh. Udah tau basi kenapa dimakan."

Sementara itu, @subak_lee_ menuliskan pengalaman yang diklaim berkaitan dengan pemberian makanan MBG kepada ternak milik keluarganya.

"Ponakan gw yg balita kan dpt embege jg, gapernah dimakan dikasihin mentok, mentoknya 10 mati semua ege, bayangkan semematikan apa itu embege", tulis @subak_lee_.

Komentar lain datang dari @SkyartFaa yang mempertanyakan kondisi makanan tersebut karena menurutnya makanan bergizi semestinya memberikan dampak berbeda.

"kok bisa ya, harusnya kan ikannya jadi sehat dan kuat, kan katanya makanan bergizi", tulisnya.

Akun @heyimrizwan juga membagikan pengamatan terhadap respons seorang anak ketika mencium wadah makanan yang disebut berkaitan dengan MBG.

"Anak kecil ga pernah bohong, cium ompreng langsung mau muntah.", tulis @heyimrizwan.

Sementara itu, @DombaHitamManis menduga persoalan tersebut berkaitan dengan kontaminasi, meski dugaan itu belum disertai hasil pemeriksaan laboratorium.

"Sdh dibilang itu kontaminasi. Entah zat entah bakteri/mikroba. Ga mgkn makanan basi bs bikin hewan mati.", tulisnya.

Kekhawatiran mengenai kemungkinan penyebab lain juga disampaikan @fraoulestraw yang mempertanyakan kebersihan wadah, proses memasak, bahan makanan, hingga kondisi tempat pengolahan.

"di racun apa gmn dah😭takut bgtt, gua jd suudzoon nih… entah omprengnya kaga di cuci cmn di celup air, ato gmn cara masaknya, gmn bahannya, gmn tempatnya, gmn kebersihannya aduh", tulisnya.

Pertanyaan mengenai proses pengolahan nasi turut muncul dalam percakapan tersebut melalui komentar @foundinmyself.

"sebenernya pas nanak nasi dikasi apasi itu selain air 😭", tulisnya.

Akun @dewita83063101 bahkan meminta agar makanan MBG diperiksa melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui kandungan dan penyebab pasti dari kasus yang dipersoalkan.

"Cb deh diuji lab, MBG itu kandungannya apa? apa kah hanya sekedar bakteri sj atau ad yg lain? agak aneh sih klu bakteri smpai ke ginjal, kejang". Biasanya klu bakteri diare, pusing, mual, dikasih obat selesai. Ini smpai berhari" di rawat inap.", tulis @dewita83063101.

Komentar lain juga menyebut dugaan mengenai kandungan tertentu dalam makanan, tetapi seluruh dugaan tersebut masih berupa pendapat pengguna media sosial dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab sebenarnya.

"Gini kali ya maksud dari "makan duit haram"", tulis @sseptisdead.

Akun @takutaasami turut mempertanyakan kandungan makanan tersebut dengan menulis, "Ada zat apaan nya sih njir 😭😭😭".

Sementara itu, @sukasuk75843110 memberikan tanggapan yang lebih keras dengan menulis, "Saking beracunnya dikasih anak anak kita ...coba deh besok kalo mgg Dateng langsung tolak saja".

Dugaan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar makanan basi juga muncul dari komentar @albertheodore.

"Kyknya kasus keracunan bkn krn MBGnya basi Klo hny basi, gk mngkn smp ternak mati", tulisnya.

Percakapan warganet juga diwarnai pertanyaan singkat mengenai makanan yang diberikan kepada hewan serta bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.

"sg dimasak iki opo to sakjane", tulis @honeydumbcrazy.

Sedangkan @solohazee menulis, "Ituu bahannya apa anjirrrr".

Beragam komentar tersebut menunjukkan munculnya pertanyaan publik mengenai keamanan makanan dan perlunya informasi yang dapat menjelaskan penyebab secara objektif, terutama apabila terdapat dugaan makanan menyebabkan gangguan kesehatan atau kematian hewan.

Namun, unggahan dan komentar di media sosial tersebut belum menjadi bukti ilmiah mengenai kandungan makanan maupun penyebab kematian ikan atau ternak yang disebutkan, sehingga kepastian mengenai persoalan tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung