Repelita Jakarta - Kemarahan masyarakat setempat beserta warganet dilaporkan mendadak memuncak akibat keheningan yang dinilai tidak wajar dari sejumlah figur adat terkemuka di wilayah regional.
ADVERTISEMENT
Tiga nama besar yakni Panglima Pajaji, Panglima Jilah, dan Panglima Petrus yang biasanya dikenal vokal di ruang publik kini dikabarkan memilih bungkam.
Sikap diam tersebut terjadi di tengah situasi bencana kebakaran hutan dan lahan berskala besar yang melanda dan menghanguskan kawasan hutan di Kalimantan.
Kabar mengenai gelombang protes dan sorotan tajam masyarakat atas sikap para tokoh tersebut disiarkan oleh unggahan media sosial resmi milik akun @unlensify pada hari Minggu, 18 Oktober 2026.
Masyarakat menilai terdapat perlakuan standar ganda yang mencolok jika membandingkan dengan ketegasan sikap mereka pada momen-momen urusan sosial keagamaan sebelumnya.
Pihak publik menyoroti taring serta gertakan dari para tokoh tersebut yang dinilai menyalak sangat nyaring sewaktu menanggapi rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad di masa lalu.
Namun, di kala kondisi paru-paru penduduk tercekik oleh kepungan kabut asap pekat serta rusaknya kawasan tanah adat, suara dari figur yang dijuluki penjaga tanah ini justru dinilai lenyap tanpa bekas.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan pedas di dunia maya mengenai keaslian nyali serta kemampuan supranatural mereka yang dicurigai hanya berfungsi demi panggung politik semata.
Rentetan kritik tajam di kolom komentar pun berdatangan guna menyoroti keabsahan status kepemimpinan adat dari ketiga tokoh tersebut di tengah masyarakat Kalimantan.
“Saya orang kalimantan asli , mereka ini panglima ormas bukan mewakili suku dayak kalimantan setahu saya juga tidak ada kesepakatan masyarakat banyak untuk angkat mereka jadi panglima jadi mereka panglima ormas Yang juga berbau politik,” tulis akun @izal71937 pada hari Minggu, 18 Oktober 2026.
Sebagian warganet lain melayangkan sindiran sinis dengan mengaitkan keheningan tersebut akibat adanya pengaruh materi atau kompensasi finansial tertentu dari pihak luar.
“Uang bisa membuat mulut gagu dan telinga tuli.,” ketik akun @syamher.3383 dengan nada menyindir.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads