Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Guru SMAN 1 Purwakarta Memaafkan Murid yang Mengolok, Dedi Mulyadi Memberi Rp25 Juta

Repelita.net

23 April 2026 18:17 WIB • 1,011 view

[VIRAL] Guru SMAN 1 Purwakarta Memaafkan Murid yang Mengolok, Dedi Mulyadi Memberi Rp25 Juta
Foto: Istimewa

Repelita Purwakarta - Seorang guru SMAN 1 Purwakarta yang akrab disapa Bu Atun memilih sikap mulia dengan memaafkan murid-muridnya usai menjadi sasaran olok-olok saat proses belajar mengajar berlangsung.

Video aksi tidak pantas yang dilakukan murid terhadap gurunya tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial hingga mendapat perhatian publik.

ADVERTISEMENT

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM pun langsung merespons dengan mendatangi langsung Bu Atun di sekolahnya.

Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Jawa Barat itu juga sekaligus memberikan pembinaan khusus kepada siswa-siswa yang terlibat dalam peristiwa memalukan tersebut.

Di hadapan KDM, Bu Atun mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut saat sedang berlangsung di dalam kelas.

Ia baru menyadari adanya peristiwa olok-olok setelah menerima informasi dari para alumni yang menonton video viral di media sosial.

Peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi saat Bu Atun sedang mengajar materi praktik keberagaman di kelas dengan fokus penuh pada papan tulis.

“Saya kaget juga, karena saya sendiri tidak tahu saat itu ada kejadian di belakang saya,” ujar Bu Atun kepada Gubernur Dedi Mulyadi dengan jujur.

Meskipun sempat terkejut dan kecewa setelah mengetahui video tersebut, Bu Atun dengan lapang dada memilih untuk memaafkan tindakan para siswa.

Ia menilai bahwa para murid yang bersangkutan masih dalam proses pembelajaran dan lebih membutuhkan pembinaan karakter, bukan sekadar hukuman fisik.

“Saksinya Allah bahwa saya sudah memaafkan,” kata Bu Atun dengan nada tulus penuh keikhlasan di hadapan gubernur dan awak media.

Menurut prinsip mengajarnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek akademik semata tetapi juga pembentukan karakter siswa.

Nilai-nilai spiritual, akhlak mulia, dan kecerdasan emosional menjadi fondasi utama yang selama ini ia tanamkan dalam setiap proses pembelajaran.

Menindaklanjuti kejadian viral tersebut, pihak sekolah bersama dengan pemerintah daerah segera memberikan pembinaan intensif kepada siswa yang terlibat.

Sanksi yang diberikan pun lebih mengarah pada program edukasi dan pembinaan karakter, bukan hukuman berat yang dapat menghambat masa depan anak.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi juga mengapresiasi setinggi-tingginya sikap mulia Bu Atun yang memilih maaf daripada dendam.

Gubernur bahkan berencana untuk meningkatkan berbagai fasilitas sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Purwakarta.

Ia juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Bu Atun.

Namun dengan rendah hati, Bu Atun memilih untuk tidak menggunakan bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi atau keluarganya.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya akan menyalurkan seluruh dana bantuan tersebut kepada yayasan anak yatim yang selama ini dibinanya.

“Terima kasih, Pak. Saya niatkan bantuan ini untuk disumbangkan kepada anak yatim,” ucap Bu Atun dengan penuh ketulusan hati.

Keputusan mulia tersebut pun langsung mendapat dukungan penuh dari Gubernur Dedi Mulyadi yang mengaku terharu dengan sikap sang guru.

Ia menyebut bahwa bantuan tersebut tetap diberikan sepenuhnya kepada Bu Atun untuk kemudian disalurkan sesuai dengan niat baiknya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung