Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Gatal Serentak Usai Makan Siang, Insiden MBG di Sampang Picu Kepanikan Orang Tua

Repelita.net

23 April 2026 13:15 WIB • 1,001 view

[VIRAL] Gatal Serentak Usai Makan Siang, Insiden MBG di Sampang Picu Kepanikan Orang Tua
Foto: Istimewa

Repelita Sampang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Madura kembali dihadapkan pada permasalahan serius menyusul insiden alergi massal yang dialami puluhan siswa Sekolah Dasar.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di SDN Bira Tengah 1 yang terletak di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, pada Rabu (22/4/2026) sesaat setelah anak-anak menyantap menu siang dari program pemerintah.

ADVERTISEMENT

Rekaman video amatir yang memperlihatkan kondisi mencekam di dalam ruang kelas sekolah itu dengan cepat menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Akun Instagram @komunitaskabarmadura menjadi salah satu yang mengunggah potret kepanikan tersebut, menunjukkan suasana ruang kelas yang berubah total menjadi lokasi darurat.

Pemandangan paling mencolok terlihat pada tubuh para siswa yang berwarna putih kontras akibat dibaluri bedak pereda gatal dari ubun-ubun kepala hingga ujung kaki.

Rasa gatal yang menyerang diduga memiliki intensitas sangat hebat sehingga tidak dapat ditoleransi oleh anak-anak seusia mereka.

Beberapa siswa laki-laki terpaksa membuka pakaian seragam mereka agar bagian dada dan punggung yang memerah bisa dijangkau oleh baluran bedak tabur.

"Setelah makan MBG, gatal-gatal semua," ujar perekam video tersebut dalam bahasa Madura, merekam suasana panik yang menyelimuti lokasi kejadian.

Salah satu fakta paling mengkhawatirkan adalah pola serangan alergi yang terjadi secara beruntun dan tidak bersamaan waktunya.

Ketika sebagian anak sedang dalam proses penanganan awal, tiba-tiba murid lainnya menyusul mengeluhkan gejala serupa berupa bentol kemerahan dan sensasi gatal menjalar.

"Siswa yang lain nyusul, merasa gatal-gatal juga," demikian narasi yang terdengar dalam video dokumentasi warga tersebut.

Kondisi kritis ini memicu gelombang kepanikan di kalangan orang tua wali murid yang berbondong-bondong mendatangi lokasi sekolah.

Mereka tidak hanya memantau perkembangan kesehatan anak-anaknya masing-masing tetapi juga ikut mendokumentasikan kejadian tersebut sebagai alat bukti.

Hingga Kamis (23/4/2026) belum ada keterangan resmi baik dari pihak manajemen sekolah maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Publik masih gelap mengenai kandungan bahan makanan spesifik apa yang menjadi pemicu reaksi alergi massal yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekolah tersebut.

Meskipun MBG didesain untuk meningkatkan derajat kesehatan generasi muda, insiden di Sokobanah ini menimbulkan pertanyaan serius soal prosedur pengawasan keamanan pangan.

Aspek identifikasi alergen dalam menu yang didistribusikan ke sekolah-sekolah terpencil kini menjadi sorotan tajam para pemerhati kesehatan masyarakat.

Publik mendesak aparat berwenang untuk segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian.

Hasil uji tersebut krusial untuk menentukan apakah gatal-gatal massal ini murni karena alergi bahan alami seperti protein laut atau telur.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa terdapat kontaminasi zat berbahaya lainnya yang turut mengontaminasi makanan para siswa tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung