Repelita Jakarta - Rekaman percakapan lawas pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah dirinya resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Dalam obrolan masa lalu bersama pakar hukum tata negara Feri Amsari, ia sempat secara tegas menyatakan sikap untuk menolak segala bentuk tawaran posisi di pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Pernyataan kontras tersebut kembali disorot lantaran sikap pribadinya kini berbalik arah usai menerima pinangan kursi jabatan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Pada perbincangan lampau yang diunggah ulang pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, Feri Amsari sempat menanyakan perihal kemungkinan respons sang pengamat jika mendapat panggilan tugas negara.
“Kalau sewaktu-waktu tiba-tiba panggilan untuk mengabdi itu datang,” tanya Feri Amsari dalam rekaman perbincangan tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, sosok kritikus ulung tersebut secara lugas memberikan jawaban penolakan telak tanpa keraguan sedikit pun.
“Kalau tawaran itu datang, maka saya dengan seksama dan tempo sesingkat-singkatnya menolak,” ujar Rocky menanggapi pertanyaan Feri Amsari kala itu.
Kontradiksi antara pernyataan masa lalu dan tindakan nyatanya saat ini memicu berbagai tanggapan kritis dari kalangan masyarakat luas terkait konsistensi sikap politik.
Kendati demikian, usai prosesi pelantikannya di Istana Negara pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, ia justru balik mempertanyakan substansi dari penolakan jabatan yang pernah diucapkannya.
“Alasan gua menolak apa?” kata Rocky kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia berdalih bahwa bergabungnya dirinya ke dalam lingkaran kekuasaan istana tidak lantas melunturkan sikap independen serta pandangan kritis yang selama ini ia junjung tinggi.
Transformasi kedudukan dari pengamat luar menjadi penasihat resmi pemerintah ini menandai babak baru perjalanan karier politik sang pengamat di bawah kepemimpinan nasional saat ini. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok