Berita, Nasional

[VIRAL] Divonis Lima Bulan Penjara, Aktivis Lingkungan Khariq Anhar Tegaskan Tetap Melawan Pembungkaman Hukum

Repelita.net

18 October 2026 21:49 WIB • 84 view

[VIRAL] Divonis Lima Bulan Penjara, Aktivis Lingkungan Khariq Anhar Tegaskan Tetap Melawan Pembungkaman Hukum
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Aktivis lingkungan sekaligus mahasiswa, Khariq Anhar, meluapkan kekecewaannya secara terbuka setelah dijatuhi hukuman kurungan penjara selama lima bulan oleh majelis hakim atas aksi protes yang dilakukannya.

ADVERTISEMENT

Dirinya mempertanyakan motif dari penegak hukum atas vonis tersebut dan menganggap hal itu sebagai upaya pembungkaman suara kritis masyarakat.

Kabar mengenai keluhan dan kronologi tindakan represi hukum tersebut disiarkan secara meluas via unggahan di akun media sosial Threads pribadi miliknya.

“Apa yang negara cari dengan memenjarakan saya lewat vonis 5 bulan? Supaya saya diam , ga kritik lagi? Kos saya pernah dikepung preman dan ngambil paksa laptop, hp saya. DiBAP tanpa boleh diobati habis dipukuli polisi,” tulis akun @khariq.anhar pada hari Minggu, 18 Oktober 2026.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses peradilan yang dihadapinya berjalan sangat melelahkan dan penuh dengan intimidasi fisik serta psikologis di lapangan.

“Penjara berbulan-bulan. Sidang setahun 2 bulan baru vonis. Diancam peluru karena protes ekspansi perkebunan sawit. Hampir D.O karena dilaporin rektor soal video protes UKT. Ingatlah, semakin ditekan semakin saya melawan!,” ketik akun @khariq.anhar.

Pernyataan keras serta kegigihan sikap pemuda tersebut seketika memicu banjir dukungan moral dan rasa kagum yang besar dari para pengguna internet.

“1 jengkal pun perjuangan mas gak ada apa apanya dengan kami yg cuma ngoceh tanpa dapat tekanan nyata kaya mas. Angkat topi,” puji akun @penasihat.orang di kolom komentar.

Dukungan serupa terhadap keteguhan sikap sang aktivis dalam menyuarakan hak-hak publik juga mengalir deras dari warganet lain.

“Salut gw sama idealisme lu bang,” aku akun @coklatos123._.

Banyak dari pengguna jejaring sosial yang melayangkan doa keselamatan serta berharap perjuangan sosialnya mendatangkan hasil yang baik.

“Semoga Tuhan melindungi hidupmu, semoga perjuanganmu terbayar di dunia dan di akhirat kelak. Maaf saat ini cuma bisa support dengan doa...,” tulis akun @aninaulia_art.

Sebaliknya, persoalan kriminalisasi ini memicu kecaman keras terhadap potret penegakan hukum di tanah air yang dinilai penuh kesewenang-wenangan.

“berarti emg yg rusak di negara ini hukumnya ya, dikit2 di culik intimidasi, trus di penjara pdhl bukan pelaku kriminal,” keluh akun @lontee_thobat.

Kekecewaan mendalam atas runtuhnya keadilan tersebut disuarakan secara simbolis oleh warganet dengan menandai berbagai lembaga media nasional serta internasional.

“Rest In Peace Justice in Indonesia 💔,” ketik akun @anastasiamonicaa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung