Repelita Jakarta - Puluhan armada kendaraan medis darurat secara serentak mendatangkan kerumunan di area pom bensin wilayah pedesaan Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah.
Kejadian protes massal tersebut dilatarbelakangi insiden penolakan pengisian bahan bakar subsidi bersubsidi yang dialami salah satu unit mobil penolong pasien.
ADVERTISEMENT
Akibat hambatan birokrasi di SPBU tersebut, kendaraan medis yang bersangkutan terpaksa gagal menunaikan tugas penjemputan warga yang sedang sakit kritis.
Gerakan solidaritas spontan dari rekan-rekan pengemudi mobil darurat langsung bergerak cepat mendatangi lokasi guna meminta pertanggungjawaban pengelola stasiun pengisian.
Tanggapan serta permohonan maaf resmi akhirnya disampaikan langsung oleh pengawas lapangan manajemen SPBU sehari setelah insiden tersebut mencuat ke permukaan.
Keterangan dari perwakilan pengelola menyebutkan bahwa insiden pelarangan itu murni disebabkan oleh kekeliruan pemahaman pegawai SPBU terhadap regulasi kendaraan prioritas.
Saya mohon maaf untuk pelayanan, mungkin operator kurang paham
Penyelesaian masalah sosial kemanusiaan itu berhasil ditempuh melalui jalur musyawarah damai antara pihak operator stasiun pengisian dan komunitas relawan medis.
Laporan resmi mengenai insiden tersebut juga telah diteruskan kepada badan usaha milik negara penyalur energi guna perbaikan standar operasional prosedur.
Pihak manajemen berjanji akan memperketat pengawasan internal agar seluruh armada penolong kemanusiaan mendapatkan prioritas utama tanpa hambatan administratif.
Untuk ke depan InsyaAllah hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, karena ambulans kan untuk kebutuhan kita bersama, untuk kemanusiaan juga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok