Repelita Jakarta - Seorang ibu menyampaikan curhatan emosional di tengah aksi damai yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 29 Oktober 2026.
Video berisi pesan terbuka itu diunggah melalui akun Instagram @vkareye dan langsung menarik perhatian warganet.
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman tersebut, perempuan itu menyoroti kondisi Indonesia sekaligus menyampaikan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Dengan nada tegas, ia meminta pemerintah menyalurkan anggaran dalam jumlah besar untuk membantu warga dan mengatasi dampak karhutla.
“Bahwa saat ini uangnya beratus-ratusan triliun, ayo kita salurkan ke masyarakat, ayo kita salurkan ke karhutla,” ucapnya dalam video tersebut.
Ia lalu menyinggung akibat asap karhutla yang dialami anak-anak.
Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal lingkungan, melainkan menyangkut keselamatan manusia, terutama bayi dan anak-anak.
“Bapak tega ngasih lihat anak-anak yang mati kena asap? Karhutla itu anak, itu nyawa. Nyawa melayang, meninggal, anak bayi umur satu tahun,” katanya.
Perempuan tersebut juga menolak anggapan bahwa karhutla semata-mata bencana alam.
Ia menyinggung fenomena El Niño dan menekankan pentingnya mendengarkan kajian ilmiah serta rekomendasi ilmuwan Indonesia.
Menurut dia, solusi dan langkah mitigasi sudah tersedia sehingga pemerintah semestinya menjadikan hal itu bagian dari kebijakan.
“Jangan bohongin rakyat bilang ini alam, karena ini fakta ilmiah. Jangan pernah bohongin rakyat lagi,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah perlu membuka ruang lebih lebar bagi masukan para ahli dan masyarakat.
Penanganan karhutla, kata dia, tidak boleh berhenti pada respons saat api sudah menyebar, tetapi harus mencakup pencegahan sejak dini.
“Jangan bilang rakyat cuma berkoar-koar. Ada solusi, karena semua ada solusinya, semua ada kajiannya,” tuturnya.
Pesan itu mencerminkan harapan sebagian masyarakat agar penanganan karhutla dilakukan secara serius, transparan, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Anggaran negara diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk melindungi warga dari dampak bencana lingkungan.
Pernyataan dalam video tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikan saat aksi damai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
@kaltim24jamnews Viral Curhatan Ibu di Aksi Damai Jakarta, Desak Prabowo Salurkan Triliunan Rupiah untuk Atasi Karhutla JAKARTA – Sebuah curhatan seorang ibu mengenai kondisi Indonesia di tengah aksi damai di Jakarta pada Rabu (29/10/2026) menjadi sorotan di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @vkareye bahwa, perempuan tersebut menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan nada emosional, ia mendesak pemerintah agar mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat dan menangani karhutla yang berdampak terhadap kehidupan warga. “Bahwa saat ini uangnya beratus-ratusan triliun, ayo kita salurkan ke masyarakat, ayo kita salurkan ke karhutla,” ucapnya dalam video tersebut. Ia kemudian menyinggung dampak asap karhutla terhadap anak-anak. Menurutnya, persoalan kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan juga menyangkut keselamatan manusia, terutama kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. “Bapak tega ngasih lihat anak-anak yang mati kena asap? Karhutla itu anak, itu nyawa. Nyawa melayang, meninggal, anak bayi umur satu tahun,” katanya. Perempuan itu juga menyampaikan kritik terhadap anggapan bahwa karhutla semata-mata merupakan bencana alam. Ia menyinggung fenomena El Niño dan menegaskan pentingnya mendengarkan hasil kajian ilmiah serta rekomendasi para ilmuwan Indonesia dalam merumuskan kebijakan penanganan kebakaran. Menurut dia, kajian dan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut telah tersedia, termasuk langkah mitigasi yang semestinya menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah. “Jangan bohongin rakyat bilang ini alam, karena ini fakta ilmiah. Jangan pernah bohongin rakyat lagi,” ujarnya. Ia menilai, pemerintah perlu membuka ruang lebih besar bagi masukan para ahli dan masyarakat agar penanganan karhutla tidak berhenti pada respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup pencegahan dan mitigasi sejak dini. “Jangan bilang rakyat cuma berkoar-koar. Ada solusi, karena semua ada solusinya, semua ada kajiannya,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi bagian dari kritik masyarakat yang menginginkan penanganan karhutla lebih serius, transparan, dan berbasis ilmu pengetahuan. Video itu juga menyoroti harapan agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara nyata untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana lingkungan. Meski demikian, pernyataan dalam video tersebut merupakan pandangan dan kritik pribadi yang disampaikan saat aksi damai. Klaim mengenai penyebab, dampak, serta penanganan karhutla tetap perlu ditelaah berdasarkan data dan keterangan dari sumber yang berwenang.(*)
♬ suara asli - kaltim24jamnews