Berita, Nasional

[VIRAL] Dedi Mulyadi Emosi Jalurnya Dicegat Warga Terkait Protes Perbaikan Jalan Rusak di Ciamis

Repelita.net

18 October 2026 19:55 WIB • 95 view

[VIRAL] Dedi Mulyadi Emosi Jalurnya Dicegat Warga Terkait Protes Perbaikan Jalan Rusak di Ciamis
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah rekaman video dirinya beradu argumen dengan warga tersebar luas.

ADVERTISEMENT

Mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa KDM tersebut kedapatan meluapkan emosi sewaktu mobilnya dicegat secara mendadak di jalanan.

Insiden pemblokiran jalur perlintasan rombongan ini berlangsung di wilayah Dusun Sidamukti, Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Sejumlah warga setempat sengaja mengarahkan kendaraan sang pejabat menuju rute jalan rusak yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Aksi pencegatan sepihak tersebut direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang warga sebagai bentuk protes atas ketertinggalan infrastruktur.

"Jalannya butut, Ciamis nih, jalan butut nih pak KDM," teras salah satu warga di dalam video pada Sabtu (17/10/2026).

Mendapat perlakuan kasar tersebut Dedi Mulyadi menganggap taktik pengadangan itu sebagai tindakan pemaksaan yang mengganggu hak pribadinya.

Ia mengutarakan bahwa agenda kerjanya sejak pukul 07.00 WIB sangat padat sehingga dirinya membutuhkan waktu istirahat di perjalanan.

"Jam segini belum selesai kegiatan tiba-tiba kita ini coba istirahat satu jam di mobil sampai ke lokasi, oleh ibu disiksa saya dibelokin dulu. Gak boleh begitu," semprot Dedi Mulyadi.

Faktor kelelahan yang mendalam memicu sang gubernur membandingkan tata krama kelompok warga Lakbok dengan masyarakat di kecamatan lainnya.

Ia menilai cara penyerahan aspirasi yang dilakukan oleh oknum warga tersebut telah mencederai nilai kesopanan serta adat ketimuran.

"Orang Sukamantri, Panjalu, kok punya adab sepanjang jalan, kok orang sini begini. Ada saatnya juga saya pada warga memberi penjelasan dan pengertian. Saya mengerti warga, tapi warga pun juga harus mengerti, saya juga manusia. Saya hanya punya waktu 1 jam punya waktu untuk duduk di mobil karena pasti di sana bergumul warga," papar Dedi Mulyadi.

Politisi ini menekankan bahwa dirinya bersikap terbuka terhadap segala keluhan asalkan disampaikan lewat metode yang manusiawi tanpa tekanan.

"Padahal sederhana saja, pak jalannya nanti juga saya perhatikan. Tidak mesti, saya ini bukan orang dungu, bukan bodoh, bukan orang yang tidak pernah peduli warga saya nih. Cukup diberitahu pak jalan sini jelek, itu saja cukup," sambungnya lagi.

Pada akhir penjelasannya Dedi Mulyadi menegaskan prinsipnya yang tidak akan menoleransi segala bentuk pemaksaan berkedok viral di ruang publik.

"Saya orang Sunda asli punya rasa, kadang orang meminta tanpa diminta saya kabulkan. Tapi kalau dengan menekan saya, kadang saya tidak respect," tegasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung