Repelita Jakarta - Kondisi perekonomian domestik yang tengah menghadapi tantangan perlambatan pasar mulai menuai keluhan serta perhatian serius dari berbagai kalangan pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
Situasi pasar yang lesu berdampak langsung pada kemampuan sektor industri skala menengah dalam menyesuaikan tingkat kesejahteraan finansial para pekerjanya.
Informasi mengenai keluh kesah pelaku bisnis di tengah situasi ekonomi makro ini diunggah oleh akun @writer.maulana pada hari Minggu, 1 November 2026.
Pemilik akun Threads tersebut menegaskan bahwa sikap kritisnya didasari oleh rasa empati terhadap penurunan daya beli masyarakat luas, bukan karena keterbatasan personal.
Akun @writer.maulana memaparkan hambatan matematis dalam operasional bisnisnya akibat kelesuan pasar, "Buat buzzer” goblok, aku ga pernah ngerasa kekurangan. Aku bisa beli kebutuhan pokok pribadi dan menggaji tim di usahaku. Bahkan kuliah ku tanpa beasiswa negara sama sekali. Jadi kalau kau bilang aku susah malah nyalahin pemerintah , udah pasti ndasmu yang salah. Emang salah aku empati sama mereka yang hidupnya susah? Yang terdampak naiknya biaya hidup? In this ekonomi, aku pengen naikin gaji tim ku. Tapi kondisi pasar lesu seperti sekarang ini, secara matematis mustahil untuk dinaikkan."
Kesenjangan ekonomi ini dinilai semakin diperparah oleh kontrasnya perilaku konsumtif yang dipertontonkan oleh sejumlah oknum birokrat di ranah publik.
Masyarakat menyayangkan hilangnya kepekaan sosial dari para aparatur sipil yang pendapatannya bersumber langsung dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara.
Kritik tajam mengenai pergeseran nilai pengabdian para pejabat tersebut dilontarkan lebih lanjut oleh akun @writer.maulana di lembar keterangannya.
"Sementara banyak rakyat yang kebutuhan hidup nya naik tapi pengusaha ga bisa naikkan gaji mereka. Disitu pula kita lihat pejabat negara yang digaji dengan APBN hidup bermewah-mewahan dan kehilangan empatinya terhadap rakyat bawah, Dan kalian malah memuja mereka??? Negara Lucu memang" tulisnya dalam utas kedua.
Kondisi ketimpangan sosiopolitik ini pun seketika memicu lahirnya berbagai respons senada dari kalangan warga digital lainnya di kolom komentar.
Seorang pengguna platform menyampaikan penilaian objektifnya yang bernada kekecewaan mendalam terhadap efektivitas kinerja jajaran kepemimpinan nasional saat ini.
Pernyataan keprihatinan yang dialamatkan pada performa roda pemerintahan tersebut ditutup secara ringkas oleh akun @rafaniaelfa, "Presiden paling kacau".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads