Repelita Jakarta - Pembahasan mengenai keabsahan rekam jejak riwayat pendidikan formal milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memicu kegemparan masif di ruang publik.
ADVERTISEMENT
Ulasan tajam terkait persoalan dokumen kelulusan masa lalu tersebut disiarkan secara meluas melalui sebuah tayangan video lewat kanal YouTube Iyan Mithriz pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.
Narasumber yang hadir secara berani membongkar klaim dari seorang kakek yang menyebut bahwa Gibran tidak lulus SMP karena tersangkut kasus narkoba.
Ia menyebut intervensi otoritas kepolisian Surakarta pada masa itu sengaja dilakukan untuk meredam polemik hukum agar tidak meluas ke ranah publik.
Menurut pandangannya, ketertutupan akses terhadap pembuktian fisik surat kesetaraan formal justru berisiko memperkuat spekulasi negatif yang berkembang di tengah masyarakat sipil.
Tuntutan transparansi kepada lembaga penyelenggara pemilu dipandang mendesak guna menguji akuntabilitas publik seorang pejabat negara demi menjaga marwah demokrasi.
Ia juga menambahkan fakta mengenai durasi pelaksanaan program sertifikasi kursus bahasa asing di luar negeri yang dinilai tidak sebanding dengan standar penyetaraan kelulusan nasional.
Seluruh elemen gerakan aktivis sipil saat ini didesak untuk terus bersikap kritis mendesak kementerian terkait agar membatalkan dokumen penunjang yang diragukan keabsahannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok