Berita, Nasional

[VIRAL] Beda di TV dan Sidang, Mengapa Pernyataan Ketua Umum Joman Andi Azwan Berubah?

Repelita.net

19 October 2026 12:07 WIB • 192 view

[VIRAL] Beda di TV dan Sidang, Mengapa Pernyataan Ketua Umum Joman Andi Azwan Berubah?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik digemparkan oleh perubahan pernyataan yang sangat drastis dari Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, terkait keabsahan dokumen akademis mantan Kepala Negara.

Perbedaan mendasar antara penyataan di hadapan media massa dan kesaksian di dalam ruang persidangan kini tengah menjadi pusat perbincangan hangat di jagat maya.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @neopolitika_id.

"Beda di TV, Beda di Sidang! Mengapa Pernyataan Andi Azwan Berubah?" tulis akun @neopolitika_id dalam unggahan yang rilis pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pihak pengunggah mengungkap bahwa Andi Azwan membuat pengakuan mengejutkan saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada pertengahan bulan ini.

"Andi Azwan, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), mengakui dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Kamis, 15 Oktober 2026) bahwa ia tidak pernah melihat langsung ijazah asli Presiden ke-7 RI Joko Widodo." tulis akun @neopolitika_id.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan yang sempat ia lontarkan secara meyakinkan saat menghadiri dialog interaktif di salah satu stasiun televisi swasta beberapa bulan lalu.

"Sementara pada dialog di Nusantara TV pada kisaran Januari 2026, Andi Azwan menyatakan melihat ijazah asli Presiden ke-7 RI Joko Widodo." ungkap akun @neopolitika_id.

Ketidakkonsistenan argumen dari pimpinan relawan tersebut seketika memicu gelombang kecaman serta komentar pedas dari para pengguna internet yang memantau jalannya perkara hukum itu.

"Pas sudah. Majikan dan termul seiring sejalan." tulis akun @fahmi_jauhari.

Netizen lain menilai bahwa perubahan kesaksian di bawah sumpah peradilan tersebut berpotensi membawa konsekuensi hukum yang berat bagi yang bersangkutan.

"Bisa dipidana karena “kesaksian palsu”" tulis akun @amri.parhan.jalil.

Ungkapan kekecewaan serta label negatif turut disematkan oleh warga net terhadap lingkaran pendukung yang dianggap tidak konsisten dalam memegang ucapan mereka.

"Geng munafik" tulis akun @hi_dayat_syam.

Pengguna media sosial lainnya menyoroti bagaimana proses tanya jawab di persidangan justru berjalan berbelit-belit dan membingungkan publik.

"Inilah bagian keruwetan 2 itu, ditanyakan apa malah tanya apa 🤣🤣" tulis akun @hanungpri.

Sebutan bernada sindiran juga dilayangkan untuk menggambarkan karakter tokoh yang dinilai mudah berubah sikap tergantung situasi tempatnya berbicara.

"Bunglon..." tulis akun @khuzaiaeniagus.

Warganet bahkan mengaitkan ketidaktahuan saksi ini dengan gaya penolakan khas yang kerap diperlihatkan oleh mantan pejabat negara saat menghadapi cecaran pertanyaan.

" "Mana saya tau...., tanyakan saya yang punya tugaslah...hehehehe ( senyuman ala si Joko)". " Ndak tau saya" . Kan bisa ditanyakan sama yg bersangkutan! " " tulis akun @suyonoridimartoutomo.

Kritik mendalam terhadap kualitas pertanyaan yang diajukan dalam proses pembuktian di persidangan turut diuraikan oleh salah seorang penonton sidang.

"Terakhir sy nonton Pertanyaannya malah Apakah anda melihat langsung Apakah anda merasakan Apakah anda menciumnya Apakah anda menjilatnya .. Itu nanya ??" tulis akun @vegalovecammy.

Potret kedilemaan moral dan tanggung jawab keagamaan menjadi poin penutup dari rangkaian kritik tajam yang dialamatkan netizen terhadap pembelaan tersebut.

"Azwan nggak takut akhirat...kerjaannya membantu kebohongan Jokowi..." tulis akun @deriderajat_.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung