Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Apa Itu Copycat Suicide? Heboh Dikaitkan dengan Baliho Film Aku Harus Mati yang Viral Ditakedown

Repelita.net

06 April 2026 22:27 WIB • 895 view

[VIRAL] Apa Itu Copycat Suicide? Heboh Dikaitkan dengan Baliho Film Aku Harus Mati yang Viral Ditakedown
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Istilah copycat suicide atau suicide contagion tengah menjadi perbincangan hangat setelah dikaitkan dengan viralnya baliho film Aku Harus Mati yang akhirnya ditakedown oleh Pemkot DKI Jakarta.

Copycat suicide adalah fenomena perilaku bunuh diri yang dipicu oleh paparan informasi, gambar, atau narasi tentang kematian dari lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

Dalam psikologi suicidologi, seseorang yang terpapar konten semacam itu berisiko meniru tindakan serupa karena adanya pengaktifan pikiran terkait kematian.

Fenomena ini menjadi perhatian serius para ahli setelah baliho film Aku Harus Mati dipasang di sejumlah titik di Jakarta dengan visual dan pesan yang dinilai ekstrem.

Psikiater sekaligus Anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menegaskan bahwa penempatan pesan visual ekstrem di ruang publik bukan sekadar soal estetika iklan.

"Di titik ini, banner bukan lagi sekadar iklan. Ia berubah menjadi cue psikologis," ujar dr Lahargo dikutip pada Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa baliho dengan narasi keputusasaan seperti Aku Harus Mati bisa memperkuat skema kognitif negatif pada individu yang sedang berjuang melawan depresi.

Bagi mereka yang memiliki depresi berat atau ide bunuh diri laten, pesan tersebut seolah-olah menjadi pembenaran bahwa tidak ada pilihan lain dalam hidup.

Paparan visual semacam ini juga berpotensi memperkuat keyakinan maladaptif dan mengaktifkan pikiran negatif pada individu dengan gangguan kecemasan.

Menyadari potensi bahaya tersebut, Pemkot DKI Jakarta melalui Diskominfotik dan Satpol PP berkoordinasi untuk menurunkan seluruh baliho film Aku Harus Mati.

"Warga Jakarta, izin menyampaikan update. Diskominfotik, Satpol PP, dan biro iklan terkait telah berkoordinasi dan menurunkan iklan yang bikin heboh," tulis mantan jubir Menkeu Yustinus Prastowo di akun X @prastow pada Minggu, 5 April 2026.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa materi promosi di ruang publik perlu mempertimbangkan aspek kesehatan mental masyarakat luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung