Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Anggota DPRD Enrekang Diduga Jadi Korban Pemerasan Usai Video Pribadi Viral Bersama Istri-istrinya

Repelita.net

26 April 2026 23:37 WIB • 1,491 view

[VIRAL] Anggota DPRD Enrekang Diduga Jadi Korban Pemerasan Usai Video Pribadi Viral Bersama Istri-istrinya
Foto: Istimewa

Repelita Enrekang - Seorang anggota DPRD Enrekang berinisial ST diduga menjadi korban pemerasan setelah video pribadinya yang awalnya berdurasi singkat hingga versi lebih panjang viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir .

Video yang tersebar luas tersebut diduga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tekanan dan pemerasan terhadap korban yang tengah menjalani masa jabatannya sebagai wakil rakyat .

ADVERTISEMENT

Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan Haekal mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi resmi dari yang bersangkutan terkait video kontroversial yang beredar di publik .

“Dia menyampaikan video yang beredar itu adalah video bersama istrinya,” ujar Haekal dalam keterangannya pada Minggu (26/4/2026) membenarkan isi klarifikasi dari anggota dewan tersebut .

Menurut pengakuan Haekal dua orang perempuan yang tampak dalam video tersebut merupakan istri sah dari ST yang dinikahi secara resmi sesuai dengan ketentuan agama dan negara .

Haekal menjelaskan bahwa persoalan muncul setelah salah satu istri ST disebut telah meninggalkan rumah sekitar dua bulan terakhir sebelum video tersebut tiba-tiba beredar luas di masyarakat .

Dari keterangan keluarga yang diterima oleh partai terdapat indikasi kuat bahwa pihak tertentu dengan sengaja memanfaatkan video tersebut untuk melakukan aksi pemerasan terhadap anggota dewan yang bersangkutan .

Menanggapi kasus yang semakin memanas ini PKB Sulawesi Selatan menyarankan agar ST menempuh jalur hukum sekaligus melakukan klarifikasi terbuka kepada publik untuk meluruskan informasi yang beredar .

Partai juga meminta agar hak jawab disampaikan melalui media massa maupun platform digital guna menghentikan penyebaran fitnah yang merugikan nama baik anggota dewan tersebut .

Terkait kemungkinan adanya sanksi internal partai Haekal menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan mahkamah partai untuk memutuskan .

Namun ia menilai fokus utama seharusnya diarahkan kepada pihak yang mengambil merekam dan menyebarkan video pribadi tersebut tanpa izin dari yang bersangkutan .

“Kalau itu bersama istrinya sendiri, apa yang mau disanksi? Justru yang harus ditindak adalah pihak yang mengambil dan menyebarkan video tersebut,” tegas Haekal membela anggotanya .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung