Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Aksi Sujud Syukur Relawan Gibran di Sidang MK Berubah Cemas Usai Sadar Pertimbangan Hukum Hakim

Repelita.net

21 October 2026 16:16 WIB • 92 view

[VIRAL] Aksi Sujud Syukur Relawan Gibran di Sidang MK Berubah Cemas Usai Sadar Pertimbangan Hukum Hakim
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sikap yang ditunjukkan oleh barisan pendukung pimpinan nasional dalam mengawal jalannya proses persidangan di Mahkamah Konstitusi kini memicu sorotan tajam.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai dinamika di ruang sidang tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @maroef_irfhany pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Berdasarkan kabar yang disebarkan, aksi luapan kegembiraan sempat ditunjukkan oleh salah seorang koordinator massa pendukung di tengah pembacaan putusan.

"Terpantau Asuwan ngajak relawan Gibran di sidang MK kepal tangan Asuwan teriak Mas Gibran Kita menang ! disusul bersujud syukur" tulis akun @maroef_irfhany dalam rilis pertamanya.

Namun, situasi di lapangan dilaporkan berubah drastis setelah pihak pendukung menyadari substansi menyeluruh dari pertimbangan hukum yang dibacakan hakim.

"Belakangan kondisinya berbanding terbalik, mereka mulai cemas, entah karena diomelin Gibran atau baru nyadar setelah jadi lelucon, katanya Sidang MK itu ilegal kenapa sujud syukur ?" sambung akun @maroef_irfhany menggambarkan respons kebingungan di pihak relawan.

Kondisi tersebut kian pelik seiring meluasnya desakan dari berbagai elemen masyarakat agar wakil kepala negara meletakkan jabatannya secara sukarela.

"Terlebih diikuti tuntutan publik Gibran mundur sebelum dimakzulkan, Asuwan makin ngrasa salah ia tertidur saat MK membacakan pertimbangannya ternyata Gibran tdk lagi memenuhi syarat Wapres" jelas akun @maroef_irfhany mengenai kekeliruan pemahaman pendukung akibat kurangnya konsentrasi.

Unggahan mengenai kepanikan barisan relawan ini pun segera memicu banjir respons berupa sindiran dan kritik pedas dari para pengguna media sosial.

Seorang warganet melontarkan rasa penasaran mengenai kelanjutan nasib para pendukung setia apabila kepemimpinan nasional resmi berganti kelak.

"Pengin tahu nasibnya abis gibran gak ada lagi" tulis akun @mindrak.c30 menuangkan pertanyaan di kolom komentar pada hari yang sama.

Penilaian miring juga datang dari warganet lain yang menganggap tindakan selebrasi prematur tersebut justru menjatuhkan wibawa sang pemimpin di mata hukum.

"Secara tidak langsung mereka sudah menginjak injak kehormatan Gibran." sindir akun @caro.ke.21029 menyayangkan aksi yang dinilai kontraproduktif tersebut.

Tindakan keliru dari perwakilan pendukung itu bahkan dicap secara sinis oleh sebagian kalangan sebagai upaya terselubung untuk merusak citra tata negara.

"ASWAN PENYUSUP UNTUK MERUSAK INDONESIA.....

🤣🤣😅😆😆😅🤣😅😅😅😅🤣😅😅😅😅😅😆😅😅😅😅😅😅😅😅" tulis akun @chandra8383 mengekspresikan kekesalannya menggunakan deretan simbol tertawa.

Di tengah riuhnya pembahasan mengenai status wakil presiden, sebagian warga net justru menyarankan agar konsentrasi kritik publik dialihkan pada pucuk pimpinan tertinggi.

"Mending klen sibuk nyuru wowo turun deh" tulis akun @bulu_dombambek memberikan alternatif pandangan politik.

Diskusi di ruang siber tersebut pada akhirnya ditutup dengan kesimpulan dari masyarakat mengenai besarnya kekeliruan langkah yang telah diambil oleh pihak relawan.

"Blunder ...KA balinger" tulis akun @ihsanefendi40 mengakhiri ulasan seputar kekacauan klaim kemenangan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung