Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Aksi Pelajar Prancis Tamparan Keras Sistem Pendidikan di Indonesia

Repelita.net

11 October 2026 00:05 WIB • 80 view

[VIRAL] Aksi Pelajar Prancis Tamparan Keras Sistem Pendidikan di Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Aksi demonstrasi masif yang digerakkan oleh para siswa sekolah menengah di negara Prancis telah memasuki masa kesebelas pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.

Gejolak protes tersebut menyebar luas di sejumlah wilayah perkotaan besar di antaranya wilayah Paris, Lyon, serta Marseille.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai pergolakan pelajar tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @rekamdoc pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.

Akun @rekamdoc menyuarakan pandangannya terkait keberanian para pemuda di sana yang berani turun ke jalan guna menolak pemotongan kualitas pendidikan.

Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan situasi sosial di dalam negeri yang cenderung membatasi ruang pergerakan kaum muda.

Ia menyatakan bahwa masyarakat setempat kerap dibungkam lewat sebuah doktrin khusus yang membatasi hak berpendapat siswa.

Narasi yang sering digaungkan yaitu: “Pelajar gak usah ikut demo, tugas pelajar itu belajar, belajar saja yang rajin biar jadi orang pinter!”.

Unggahan tersebut kemudian mempertanyakan efektivitas dogma itu terhadap pencapaian kecerdasan generasi muda nasional.

Ia mempertanyakan, bagaimana pelajar kita bisa pinter jika kualitas pendidikan kita masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain.?

Ia berpendapat jika potret fasilitas pembelajaran di tanah air masih berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Di Indonesia dengan mutu pendidikan yang masih sangat jauh dari layak, masih banyak ruang kelas yang hampir roboh, akses jalan rusak, dan kesejahteraan guru yang minim—sikap apatis jelas bukan jawaban.

Sikap tunduk pada regulasi yang pincang dianggap bukan lagi sebuah tanggung jawab mutlak bagi kaum terpelajar.

Ia menuliskan pesan bahwa, tugas pelajar bukan sekadar menjadi penurut sistem.

Pihaknya mengajak kaum muda sadar akan hak dasar untuk memperoleh sarana pengajaran yang berkeadilan serta bermutu tinggi.

Kita berhak menuntut pendidikan yang adil, layak, dan berkualitas!

Proses pembelajaran sejati diartikan sebagai kemampuan dalam menganalisis kondisi sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

Ia menegaskan konsep utama pergerakan moral tersebut melalui kalimat, pendidikan bukan cuma membaca buku, tapi membaca realitas, karena memperjuangkan hak dan menyuarakan aspirasi adalah bentuk tertinggi dari kesadaran berpikir.

Hal itu didasari atas keyakinan bahwa arah perkembangan masa depan suatu negara ditentukan oleh keberanian generasi mudanya.

Sebab masa depan bangsa ini ada di tangan generasi yang berani bersuara!

Unggahan video singkat ini pun memicu perdebatan serta mendulang beragam tanggapan dari para pengguna media sosial lainnya.

Sebuah opini sinis datang dari akun @elvaanindya yang meragukan keberanian para siswa lokal dalam mengambil tindakan serupa.

Netizen tersebut menuliskan komentar berupa: Pelajar di Indonesia mana berani, takut lah emaknya aja pada ngemis bansos

Sentimen ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum di dalam negeri juga dilayangkan oleh warganet lainnya.

Akun @coto_makassar_ajiib memberikan respons berupa: Begini baru demo beneran berjuang bersama semua turun ke jalan , dsini kynya uang korup sudah terbagi rata

Kekhawatiran mendalam mengenai dampak pengurangan subsidi pada sektor krusial ini turut disuarakan secara lantang oleh masyarakat virtual.

Melalui ruang digital, akun @mbahember menuturkan argumennya yaitu: YANG AKU FAHAMI... KALO NEGARA SUDAH MENGUSIK ANGGARAN DAN MUTU PENDIDIKAN BERARTI NEGARA SUDAH INGIN MELUMPUHKAN DIRI .. KARENA PENDIDIKAN DAN KECERDASAN PARTIKEL YG MENENTUKAN KEMAJUAN SEBUAH NEGARA. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung