Repelita Jakarta - Sebuah unggahan mengenai perkembangan kasus ajudan gubernur yang dinilai angkung menjadi sorotan hangat netizen di ruang digital.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @reynaldoaritonang96 pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dalam takarir unggahannya, akun tersebut mengabarkan kondisi terkini dari oknum ajudan yang sempat viral itu.
"UPDATE KASUS AJUDAN ANGKUH
Bang Jago yang jadi Ajudan Gubernur sudah minta maaf sambil nangis. Kenapa bang jago? Udah masuk Daftar Pencarian Netizens yaa?
Udah banyak yang spill tingkah laku busuk mu yaa?
Jangan beraninya sama mahasiswa aja.
Ohh iyaa kalau udah masuk desil satu, jangan banyak gaya. Istri lo alumni UPH, tapi lo kuliah belum dilanjutkan yaa boss? Jangan arogan yaa bro. Di Alkitab, orang arogan itu musuhnya Tuhan.
Ingat, Lo itu Pegawai Rakyat, Jangan Lawan Rakyat. Dasar kocak." tulis akun @reynaldoaritonang96 dalam postingan pertamanya.
Tidak berselang lama, akun yang sama kembali memberikan respons lanjutan di kolom komentar pada hari yang sama.
"Yaaah gimana ini." tulis pemilik akun @reynaldoaritonang96 menanggapi kelanjutan dari peristiwa tersebut.
Unggahan itu pun langsung memicu reaksi dari warganet lain yang mempertanyakan validitas data sang ajudan kepada kementerian terkait.
"@kemensosri butuh klarifikasi kenapa dia bisa masuk desil 1?" tulis akun @bunda_yunii dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Melihat pertanyaan tersebut, sang pengunggah memberikan pandangan sinis mengenai sistem pendataan sosial di dalam negeri saat ini.
"Di Indonesia ini semua terbalik. Yang gaji besar masuk desil satu, yang gaji kecil masuk desil 10. Naah begitulah peraturan Kemensos RI." tulis akun @reynaldoaritonang96 menyindir ketimpangan data yang terjadi.
Netizen lain juga ikut menyuarakan kekesalan mereka terhadap perilaku sang ajudan sebelum akhirnya menyampaikan permohonan maaf.
"setelah dirujak netijen dan ditelanjangi datamu baru minta maaf.
next time mikir kalo bertindak. otak tuh dipake sebelum bertindak" tulis akun @arya_5.366 menyayangkan tindakan arogan yang baru disesali belakangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads