Repelita Jakarta - Amarah besar dan kecaman pedas dilayangkan oleh para pengguna platform dunia maya menyusul penyelenggaraan acara seremonial pelepasan regu penanggulangan bencana di tengah situasi darurat ekologis yang melanda kawasan regional.
Kritik tajam tersebut dipublikasikan secara terbuka melalui akun @yuniuninuni pada tanggal 1 september 2026 yang menyoroti pemborosan anggaran di tengah penderitaan warga akibat pekatnya kepulan asap kebakaran hutan.
ADVERTISEMENT
"DASAR GOBLOK !! Lahan sudah 200 rb hektare lebih hangus terbakar dan kepulan asap mencekik warga, Para Rombongan Sirkus ini masih sempat bikin acara pelepasan pemadam kebakaran yang formal dan buang anggaran. Ini bencana lapangan yang butuh darurat dan fast respon penanganannya bukan event KEBAKA-RUN bego. Stop normalisasi seremoni di atas penderitaan rakyat. Jangan jadi Pejabat BAJINGAN, TOLOL ,NIREMPATI ! 🔥🛑 #KaltengDaruratAsap #DaruratNalar #StopSeremoni"
Unggahan penuh emosi tersebut langsung memancing gelombang kecaman massal dari warganet yang geram melihat aparat pemerintah masih mementingkan formalitas seremonial ketimbang aksi cepat tanggap di lapangan.
Komentar bernada sindiran pedas mengenai potensi penggelembungan dana anggaran kegiatan seremonial tersebut dilontarkan oleh akun @bgsprstyoo.
"Langsung masuk anggaran "pelepasan team pemadam = Rp. 500.000.0000 wkwkwk"
Ungkapan kekesalan serupa dengan nada tinggi turut dilontarkan oleh akun @nadoonaaatt yang mengecam keras penyelenggaraan acara seremonial tersebut.
"TOLOLL BANGET TOLOLL GOVLOKKK...PAKE ACARA SEREMONIAL GINI BABIII BABIIII GOVLOKKK🤣😒🤬😡🤯"
Sinisnya proses birokrasi seremonial yang kerap membuang waktu di tengah krisis kemanusiaan turut digarisbawahi secara sarkas oleh akun @nyctophile_jfk melalui satu frasa singkat.
"Moto GP"
Cacatan sinis tersebut langsung disambar kembali oleh akun @nadoonaaatt dengan sebutan plesetan yang menyindir acara pelepasan bak ajang balap motor.
"Damkar gp kaa🤣"
Proses administratif seremonial yang biasanya bertele-tele mulai dari keterlambatan waktu hingga rentetan pidato sambutan pejabat turut dibongkar secara jenaka namun pahit oleh akun @emblemoncom.
"Itu kan yg terekam???? Yang GK tereekam? - Waktu mulai yg molor - Persiapan - beberapa sambutan dengan kalimat khas "Yang kami hormati..." 🤣🤣🤣 - doa Baru deh angkat bendera😁😁😁😁🤣🤣🤣🤣🤣"
Respons spontan berupa keterkejutan atas tindakan birokrasi yang dinilai tidak masuk akal tersebut turut disampaikan oleh akun @bforberba.
"gblokkk bangett 😭"
Berbagai reaksi keras dari masyarakat luas ini mencerminkan hilangnya kepercayaan publik terhadap empati para pejabat dalam menghadapi bencana ekologis yang mengancam keselamatan pernapasan warga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads