Berita, Nasional

Universitas Muhammadiyah Mataram Kecam Intimidasi Terhadap Amien Rais dan Desak Penyelamatan Demokrasi

Repelita.net

12 May 2026 23:24 WIB • 982 view

Universitas Muhammadiyah Mataram Kecam Intimidasi Terhadap Amien Rais dan Desak Penyelamatan Demokrasi
Foto: Istimewa

Repelita Mataram - Universitas Muhammadiyah Mataram secara resmi memberikan atensi serius terhadap maraknya aksi tekanan serta intimidasi yang ditujukan kepada figur reformasi Amien Rais dengan menekankan urgensi menjaga marwah demokrasi yang santun.

Sikap kelembagaan tersebut dituangkan dalam rilis pers khusus yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk ancaman demi memastikan keberlangsungan iklim demokrasi di tanah air tetap berjalan di atas rel yang tepat dan beradab.

ADVERTISEMENT

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan pandangannya bahwa hak konstitusional setiap individu dalam menyampaikan kritik di ruang publik merupakan bagian fundamental yang tidak boleh dibatasi oleh rasa takut.

Menurutnya, esensi dari sebuah negara demokratis adalah adanya jaminan keamanan bagi setiap warga negara, termasuk sosok Amien Rais, untuk menyuarakan pandangan politik maupun kritik membangun terhadap jalannya roda pemerintahan.

“Demokrasi tidak lahir dari ketakutan, tetapi dari keberanian menyampaikan kebenaran,” ujar Dr. Erwin, M.Pd saat memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media guna menanggapi situasi politik nasional yang berkembang belakangan ini.

Ia menekankan bahwa keberagaman opini serta pertentangan gagasan merupakan elemen vital yang justru menghidupkan napas demokrasi, sehingga segala bentuk pemaksaan kehendak melalui intimidasi dipandang sebagai ancaman serius bagi kebebasan berpendapat.

Dr. Erwin juga melayangkan seruan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemangku kepentingan, agar senantiasa mengedepankan etika komunikasi serta mengutamakan jalur dialog yang sehat dalam menyikapi setiap perbedaan sikap politik.

Beliau meyakini bahwa benturan ideologi seharusnya diselesaikan melalui adu argumentasi yang cerdas serta pertukaran gagasan yang berkualitas, bukannya melalui tindakan yang bersifat mengancam keselamatan atau privasi seseorang di ruang publik.

“Kami mengajak mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ruang demokrasi yang damai, kritis, dan bermartabat,” tegasnya saat mengajak seluruh elemen kampus untuk tetap bersikap kritis namun tetap menjunjung tinggi kesantunan.

UMMAT berharap agar tatanan sosial di Indonesia terus bertumbuh dalam ekosistem yang menghargai keberagaman cara berpikir serta menjunjung tinggi perlindungan terhadap hak asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung