Berita, Internasional

Ukraina berhasil rebut wilayah luas dari Rusia, kemenangan besar yang sulit dipercaya

Repelita.net

28 April 2026 16:32 WIB • 965 view

Ukraina berhasil rebut wilayah luas dari Rusia, kemenangan besar yang sulit dipercaya
Foto: Istimewa

Repelita Kyiv - Ukraina untuk pertama kalinya sejak tahun 2023 berhasil mencatatkan keuntungan teritorial bersih dengan merebut kembali wilayah yang lebih luas dibandingkan yang direbut Rusia dalam periode waktu berjalan .

Lonjakan produksi pesawat nirawak (drone) serta perubahan taktik pertahanan menjadi kunci utama keberhasilan yang oleh para analis disebut sebagai perubahan momentum paling signifikan di medan tempur .

ADVERTISEMENT

Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, melaporkan bahwa negaranya telah merebut kembali sekitar 470 kilometer persegi sepanjang tahun ini, menjadikannya keberhasilan ofensif pertama sejak gelombang serangan balasan tahun 2023 .

Kenaikan hampir 55 persen dalam serangan drone dibandingkan bulan sebelumnya telah mengubah keseimbangan kekuatan di garis depan .

Seorang jurnalis militer pro-Kremlin yang dihormati, Alexander Kots, mengakui situasi genting tersebut, seraya memperingatkan para pengikutnya bahwa "tidak akan ada kabar baik dalam waktu dekat, baik dari front Kherson maupun Lugansk" .

Menggambarkan kecepatan serangan balasan Ukraina, seorang komandan pasukan payung Ukraina yang baru saja merebut kembali kota strategis Lyman mengatakan kepada AFP: "Kami akan istirahat sebentar, dan kemudian kami akan melangkah lebih jauh. Kami akan mengejar mereka [Rusia]" .

Sebagai respons terhadap perubahan dinamika di medan tempur, Institut for the Study of War (ISW) menilai bahwa Ukraina telah mengganggu rencana Rusia untuk melakukan serangan besar-besaran di musim semi dan panas tahun 2026 .

Rekor kecepatan laju serangan Rusia pun menunjukkan penurunan drastis, dari 14,9 kilometer persegi per hari antara Oktober 2024 hingga Maret 2025 menjadi hanya 5,5 kilometer persegi per hari pada kuartal pertama tahun 2026 .

Satu-satunya sumber bagi Rusia untuk mengklaim keberhasilan datang dari pernyataan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov yang mengklaim Luhansk telah sepenuhnya "dibebaskan" .

Klaim ini segera dibantah oleh Kyiv dan para blogger militer Rusia, dengan analisis geospasial independen menunjukkan bahwa pasukan Moskow hanya maju sekitar 300 kilometer persegi di wilayah itu—jauh dari klaim mereka .

Di belakang garis depan, Ukraina melancarkan pukulan telak terhadap mesin perang Rusia dengan menyerang dua terminal ekspor minyak utama di Laut Baltik, yaitu Ust-Luga dan Primorsk .

Karena kehilangan sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyaknya akibat serangan tersebut, kilang-kilang di Kirishi, Yaroslavl, Moskow, dan Ryazan kini berada dalam risiko, sehingga memaksa Rusia memberlakukan larangan ekspor bensin .

Bahkan sekutu dekat Presiden Putin pun mulai mengeluhkan kemunduran tersebut, dengan otoritas di wilayah Ryazan memerintahkan bisnis untuk memaksa karyawan masuk militer, yang menandakan adanya krisis personel yang mendalam .

Kesulitan yang dihadapi oleh Kremlin semakin diperburuk oleh pengakuan bahwa mereka tidak dapat mempertahankan klaim teritorial mereka sendiri di Luhansk—sebuah wilayah yang secara resmi telah mereka aneksasi dan, menurut pernyataan resmi, seharusnya sudah sepenuhnya berada di bawah kendali mereka .

Menurut laporan yang dikutip, Presiden Vladimir Putin sendiri mengakui sektor kecil yang dikuasai Ukraina di Luhansk pada bulan Oktober, sebuah fakta yang membuat klaim "pembebasan" oleh jenderalnya menjadi mustahil jika tidak ditafsirkan sebagai kebohongan belaka . (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung