Berita, Nasional

UGM Menciptakan “Raja Palsu”? Polemik Dokumen Akademik Jokowi Kembali Disorot

Repelita.net

06 September 2026 17:08 WIB • 553 view

UGM Menciptakan “Raja Palsu”? Polemik Dokumen Akademik Jokowi Kembali Disorot
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik mengenai dokumen akademik Joko Widodo kembali menjadi sorotan setelah M Rizal Fadillah menyampaikan kritik keras terhadap Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak-pihak yang dinilai berkaitan dengan persoalan tersebut.

Dalam tulisannya bertajuk “UGM MENCIPTAKAN RAJA PALSU”, Rizal menilai citra UGM sebagai perguruan tinggi ternama ikut terdampak oleh polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Menurut Rizal, persoalan tersebut membuat perhatian publik terhadap UGM bergeser dari reputasi akademik menuju pertanyaan mengenai sikap kampus dalam menghadapi kontroversi dokumen pendidikan mantan Presiden RI itu.

Rizal juga mengaitkan persoalan tersebut dengan peran mantan Rektor UGM Pratikno serta Rektor UGM saat ini Ova Emilia, yang menurutnya memiliki sikap berbeda dengan harapan sebagian masyarakat mengenai keterbukaan dokumen.

Tulisan tersebut kemudian menyoroti sengketa informasi antara Bonjowi dan UGM yang sebelumnya diputus oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Rizal menyebut putusan KIP memerintahkan UGM membuka sejumlah dokumen yang berkaitan dengan riwayat akademik Jokowi, termasuk ijazah, skripsi, KRS, KKN, dan dokumen lainnya.

Menurutnya, UGM tidak menerima putusan tersebut begitu saja dan memilih menempuh proses hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Rizal menyatakan upaya tersebut kemudian tidak menghasilkan perubahan terhadap putusan sebelumnya karena putusan KIP disebut tetap dikuatkan.

Dalam tulisannya, ia juga menyebut UGM masih menempuh langkah hukum berikutnya dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Rizal menilai putusan MA nantinya akan menjadi perhatian publik karena dapat menentukan kelanjutan sengketa mengenai keterbukaan dokumen akademik Jokowi.

Ia kemudian menyampaikan sejumlah dugaan mengenai riwayat pendidikan Jokowi, termasuk mempertanyakan status kelulusan dari Fakultas Kehutanan UGM.

Namun, berbagai tudingan tersebut merupakan pandangan dan dugaan yang disampaikan Rizal dalam tulisannya, bukan fakta hukum yang telah diputuskan pengadilan.

Rizal bahkan mempertanyakan apakah Jokowi benar-benar menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sebagaimana selama ini dikenal publik.

Ia juga memperluas kritiknya dengan mengaitkan dokumen pendidikan tersebut dengan persyaratan yang pernah digunakan Jokowi ketika menjalani karier politik dan pemerintahan.

Menurut Rizal, apabila MA nantinya menguatkan putusan yang mewajibkan keterbukaan dokumen, persoalan tersebut akan kembali menjadi ujian bagi UGM dalam memberikan akses terhadap informasi akademik yang disengketakan.

Kritik terhadap UGM kemudian diarahkan pula kepada Rektor Ova Emilia yang disebut Rizal perlu bertanggung jawab atas sikap institusi dalam menghadapi perkara tersebut.

Ia juga menyebut mantan Rektor UGM Pratikno dalam konteks kritik yang disampaikannya mengenai dugaan upaya mempertahankan keaslian dokumen akademik Jokowi.

Rizal menggunakan sejumlah istilah satir untuk menggambarkan Jokowi dalam tulisannya, termasuk menyebutnya sebagai “raja palsu” dan menggunakan perumpamaan yang berkaitan dengan kayu serta patung.

Di bagian lain, ia menyinggung istilah “Frogman from Surakarta” sebagai gagasan yang menurutnya dapat dikembangkan menjadi buku atau film.

Tulisan tersebut ditutup dengan kritik terhadap apa yang disebut Rizal sebagai praktik kepalsuan dalam kehidupan politik serta dugaan bahwa UGM berada dalam posisi sulit karena sengketa keterbukaan dokumen akademik tersebut.

Rizal menandatangani tulisannya sebagai pemerhati politik dan kebangsaan dari Bandung, tertanggal 6 September 2026, sementara substansi mengenai keaslian dokumen akademik Jokowi tetap merupakan bagian dari polemik yang memerlukan pembuktian berdasarkan dokumen dan proses hukum yang berlaku.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung