Berita, Nasional

Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Terjebak dalam Kognisi ketika Prabowo Masih Muda

Repelita.net

14 September 2026 15:06 WIB • 387 view

Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Terjebak dalam Kognisi ketika Prabowo Masih Muda
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik Ubedilah Badrun menilai bahwa pengamat filsafat Rocky Gerung keliru dalam menafsirkan arah ideologi yang dianut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan kritis dan mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Deklarator Barisan Oposisi Indonesia itu ketika menjadi narasumber dalam program podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan yang disiarkan pada hari Senin, 14 September 2026 tersebut, Ubedilah menyebut Rocky Gerung seolah terjebak di dalam memori kognisinya sendiri mengenai sosok Prabowo ketika sang jenderal masih berusia muda.

Menurut penafsirannya, Rocky melontarkan narasi dukungan karena meyakini bahwa Presiden ke-8 Republik Indonesia tersebut menerima dan menjalankan prinsip-prinsip dari paham sosialisme Indonesia.

Ubedilah berpandangan jika pembingkaian yang dibangun oleh Rocky mengenai program Makan Bergizi Gratis maupun pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai wajah sosialisme merupakan kesimpulan yang melompat jauh.

Dirinya menambahkan jika praktik yang berjalan selama dua tahun pemerintahan ini justru memperlihatkan kontradiksi nyata, di mana sisi militerisme, populisme, dan instrumen kapitalisme baru jauh lebih menonjol.

Ubedilah membeberkan bukti empirik saat Prabowo berbicara langsung di forum internasional St Petersburg International Economic Forum pada bulan Juni 2025 dan Forbes Global CEO Conference pada bulan Oktober 2025.

Kala itu, Prabowo secara terbuka menyatakan jika sosialisme murni adalah utopia, sedangkan kapitalisme murni menghasilkan ketimpangan, sehingga dirinya memilih jalan tengah dengan mengambil hal terbaik dari kedua paham tersebut.

Bagi Ubedilah, sikap politik luar negeri yang suka mengambil manfaat dari dua pemikiran yang bertolak belakang tersebut justru menunjukkan bahwa sang presiden tidak memiliki fondasi ideologi yang kokoh.

Ia pun mengkritik Rocky Gerung yang diklaimnya dekat dengan sosialisme demokratis, namun enggan melayangkan kritik tajam terhadap dugaan tindakan represi aparat atau pengabaian partisipasi publik yang mencederai demokrasi.

Alih-alih menyuarakan penderitaan rakyat, Rocky dinilai justru sibuk memuja-muja penguasa dan memakai narasi sosialisme tersebut sebagai tempat persembunyiannya agar tidak dicap sebagai antek-antek Prabowo.

Pihaknya juga menyentil para aktivis pergerakan yang paham sejarah sosialisme namun memilih merapat ke lingkaran kekuasaan, yang ia sebut bukan lagi membawa misi ideologis melainkan sekadar menikmati pragmatisme politik.

Oleh sebab itu, Ubedilah berharap agar Prabowo Subianto bisa bercermin secara jujur untuk melihat wajah politiknya sendiri demi melakukan perbaikan arah kebijakan ekonomi serta langkah diplomasi internasional bangsa ke depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung