Berita, Peristiwa

Tuntutan mahasiswa di demo DPR, salah satunya minta presiden mundur dan akui kegagalan

Repelita.net

16 June 2026 22:39 WIB • 1,042 view

Tuntutan mahasiswa di demo DPR, salah satunya minta presiden mundur dan akui kegagalan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi demonstrasi besar-besaran yang digerakkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mewarnai area depan Gedung DPR RI pada Senin (14/6/2026).

Massa aksi membawa lima tuntutan strategis yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Paramadina, STIAMI, dan Universitas Trilogi sebagai sikap perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Poin pertama yang disuarakan berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional, terutama upaya penyelamatan nilai tukar mata uang melalui kebijakan fiskal yang lebih ketat.

“Baik, tuntutan yang pertama adalah Stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN dan evaluasi program populis seperti MBG dan KDP,” ujar perwakilan mahasiswa Universitas Paramadina.

Tuntutan kedua menyoroti desakan penurunan harga bahan bakar minyak serta kebutuhan pokok masyarakat yang belakangan ini mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Kedua, turunkan harga BBM dan bahan pokok,” tutur perwakilan mahasiswa STIAMI saat menyampaikan orasi di hadapan massa.

Puncak dari tuntutan tersebut adalah desakan mundur kepada Presiden beserta seluruh jajaran kabinetnya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi negara saat ini.

“Ketiga, menuntut Presiden Prabowo dan seluruh jajarannya untuk mundur dan mengakui kegagalannya,” tegas perwakilan mahasiswa Universitas Trilogi.

Selain itu, mereka juga secara spesifik mendesak pembatalan revisi UU Polri serta penghentian segala bentuk intervensi militer dalam menangani persoalan di ruang sipil.

“Keempat, batalkan revisi Undang-Undang Polri dan kelima, hentikan militerisasi di ruang sipil,” tandas perwakilan mahasiswa tersebut.

Para demonstran memberikan tenggat waktu tegas bagi pihak legislatif untuk segera memberikan respons konkret atas seluruh poin aspirasi yang telah diajukan.

“Dengan tenggat waktu 3x24 jam, kami mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia segera menindaklanjuti tuntutan ini,” tegasnya menutup orasi.

Aksi yang berlangsung sejak sore hingga petang tersebut diikuti oleh berbagai elemen kampus, termasuk GMNI, dengan membawa sejumlah atribut perlawanan dan karangan bunga. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung