Berita, Nasional

Tuding Spekulan Penyebab Ekonomi Anjlok, Pemerintah Gelar Pertemuan Darurat Bahas Stabilitas Rupiah dan IHSG

Repelita.net

06 June 2026 20:44 WIB • 941 view

Tuding Spekulan Penyebab Ekonomi Anjlok, Pemerintah Gelar Pertemuan Darurat Bahas Stabilitas Rupiah dan IHSG
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin pertemuan koordinasi antara otoritas moneter, fiskal, dan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan tersebut ditujukan untuk mengevaluasi kondisi ekonomi nasional sekaligus menyelaraskan langkah strategis dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari tekanan gejolak pasar.

ADVERTISEMENT

Hadir dalam agenda tersebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dasco menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter sangat krusial saat ini untuk memastikan laju pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Dengan teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini," ujar Dasco.

Di sisi lain, pihak Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan sorotan tajam terhadap dugaan adanya aksi spekulasi yang memperburuk kondisi pasar keuangan dan bursa saham nasional.

Prasetyo mengimbau seluruh elemen pelaku bursa untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan ekonomi yang terjadi.

"Memang kita jaga, kita jaga bersama-sama gitu. Termasuk ya misalnya dalam hal bursa begitu ya, banyak juga yang kemudian kita minta juga untuk tetap ikut menjaga bersama-sama kan begitu," ucap Prasetyo.

Ia tidak menampik adanya pihak-pihak yang melakukan praktik spekulasi yang secara tidak langsung memberikan dampak negatif pada pergerakan nilai tukar Rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan.

"Kadang-kadang kan banyak juga yang mohon maaf ya ada nakal-nakalnya, mohon maaf ada spekulan-spekulannya yang tidak disadari itu juga memberi pengaruh gitu terhadap nilai tukar atau terhadap indeks harga saham kita di IHSG kita gitu," tegasnya.

Terkait kritik publik atas komunikasi otoritas moneter, Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah akan menjadikannya sebagai masukan konstruktif untuk perbaikan ke depan.

Selain faktor spekulan, ia menekankan bahwa pelemahan mata uang juga dipengaruhi oleh kompleksitas variabel fundamental, termasuk ketergantungan domestik terhadap komoditas impor.

"Kemandirian kita secara ekonomi itu juga mempengaruhi kekuatan mata uang kita gitu. Ada beberapa yang masih ketergantungan impor itu juga akan mempengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri begitu loh," tambahnya.

Kondisi ekonomi saat ini memang tengah berada dalam tekanan berat, di mana Rupiah tercatat telah melemah sekitar 14 persen sejak masa awal kepemimpinan Presiden Prabowo, bahkan sempat menyentuh level Rp 18.100 per dolar AS.

Tidak hanya Rupiah, pasar obligasi dan IHSG pun mengalami kontraksi signifikan di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi penurunan peringkat kredit negara.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung