Berita, Timur Tengah

Trump Pusing Gegara Terjebak di Perang Iran, AS Terancam Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah?

Repelita.net

26 April 2026 22:48 WIB • 732 view

Trump Pusing Gegara Terjebak di Perang Iran, AS Terancam Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah?
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini benar-benar pusing dan terjebak dalam pusaran perang melawan Iran yang tak kunjung usai, di mana Negeri Paman Sam itu terancam mengalami kekalahan terbesar sepanjang sejarah militernya .

Alih-alih berhasil menundukkan Teheran dengan cepat, Trump justru harus berhadapan dengan batas waktu konstitusional yang semakin mendekat tanpa ada rencana penyelesaian yang jelas .

ADVERTISEMENT

Disitat dari kanal YouTube Kompas, tepat pada tanggal 1 Mei 2026 akan menjadi hari terakhir bagi Trump untuk secara legal mempertahankan pasukan AS dalam perang tanpa persetujuan dari Kongres .

Berdasarkan resolusi kekuatan perang tahun 1973, seorang presiden hanya diizinkan mengirim pasukan ke luar negeri selama 60 hari tanpa restu kongres, dan batas waktu itu akan habis dalam hitungan hari .

Trump baru secara resmi memberitahukan operasi militer ke Iran kepada Kongres pada 2 Maret 2026 sehingga perhitungan 60 hari dimulai dari tanggal tersebut hingga 1 Mei 2026 .

Jika batas waktu terlampaui tanpa adanya otorisasi resmi dari Kongres, maka Trump harus segera menarik seluruh pasukannya dari kawasan Timur Tengah dengan tangan hampa .

Meskipun Partai Republik sejauh ini mendukung penuh operasi tersebut, sinyal penolakan dari internal partai mulai bermunculan karena sejumlah politisi enggan memberikan cek kosong bagi perang tanpa tujuan yang jelas .

Keretakan mulai terlihat ketika Senator Republik dari Utah John Curtis dan perwakilan Florida Brian Mast secara terbuka mempertanyakan tujuan akhir dari perang yang tak kunjung selesai ini .

Jika dukungan internal ini runtuh, Trump akan dipaksa untuk mengakhiri konflik atau menghadapi krisis konstitusi yang jauh lebih berbahaya bagi masa jabatannya .

Di sisi lain, Amerika Serikat juga dilaporkan tengah mengalami krisis rudal yang sangat serius akibat perang yang intens melawan Iran .

Berdasarkan laporan terbaru per April 2026, stok rudal strategis AS khususnya jenis Patriot dan THAAD telah berkurang secara drastis hingga mencapai 50 persen .

Tingginya penggunaan rudal untuk menghadapi serangan Iran dari berbagai lini membuat persediaan utama AS terkuras dalam waktu yang relatif singkat .

Sejumlah analis militer memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu hingga 5 tahun bagi AS untuk memulihkan stok rudal mereka kembali ke tingkat normal sebelum perang .

Penipisan stok rudal ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai kesiapan tempur AS jika terjadi konflik lain di wilayah lain seperti kawasan Laut China Selatan atau Eropa Timur .

Sementara itu di sisi lain Iran justru mengklaim memiliki stok amunisi rudal yang sangat melimpah dan siap untuk meladeni perang jangka panjang melawan Amerika Serikat .

Komandan IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengatakan bahwa pasukannya dengan cepat membangun kembali cadangan rudal dan drone setiap saat, bahkan lebih cepat dari sebelum perang .

Dampak ekonomi dari perang ini juga mulai terasa sangat menyakitkan bagi rakyat Amerika dengan harga bensin yang menembus 4 dolar per galon tertinggi dalam 4 tahun terakhir .

Senator Patty Murray murka dengan kebijakan Trump yang dianggapnya ugal-ugalan dalam mengelola anggaran negara di tengah gejolak perang yang berkepanjangan .

Ia menyoroti lonjakan anggaran militer yang mencapai 1,5 triliun dolar sementara program bantuan energi untuk rakyat justru dihapuskan .

Dengan semua tekanan yang menghimpit dari berbagai arah, Amerika Serikat kini terancam mengalami kekalahan terbesar sepanjang sejarah jika Trump gagal menemukan jalan keluar sebelum batas waktu 1 Mei 2026 .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung