Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah kontroversial kepada Angkatan Laut AS untuk menembak dan membinasakan setiap kapal Iran yang kedapatan menebar ranjau di perairan Selat Hormuz.
Trump kembali memperlihatkan kejengkelannya yang mendalam terhadap Iran yang masih bersikeras menutup Selat Hormuz dan menolak melanjutkan negosiasi dengan AS di Pakistan.
ADVERTISEMENT
"Tembak dan hancurkan kapal apa pun, meskipun kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, 159 di antaranya, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz," tulis Trump dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Dalam pernyataan yang bernada ancaman perang terbuka tersebut, Trump menegaskan bahwa tidak boleh ada keraguan sedikit pun dalam menjalankan perintah ini.
"Selain itu, kapal penyapu ranjau kita sedang membersihkan Selat saat ini. Dengan ini saya memerintahkan aktivitas tersebut untuk dilanjutkan, tetapi dengan tiga kali lipat!" lanjut Trump dalam unggahannya yang penuh dengan huruf kapital.
Pernyataan keras Trump ini disampaikan hanya beberapa jam setelah ia memecat Menteri Angkatan Laut John Phelan pada pekan yang sama.
Pemecatan Phelan dilakukan karena ia dinilai terlalu lamban dan tidak efektif selama perang gabungan AS-Israel melawan Iran berlangsung.
Pentagon mengumumkan pemecatan Phelan dalam sebuah pernyataan singkat yang mengatakan bahwa ia meninggalkan pemerintahan "berlaku segera" tanpa penjelasan detail.
Namun menurut beberapa sumber yang mengetahui situasi ini secara langsung, Phelan dipecat karena dianggap terlalu lambat dalam menerapkan reformasi.
Reformasi yang dimaksud adalah upaya percepatan pembangunan kapal perang untuk memperkuat armada AS di tengah konflik dengan Iran.
Selain itu, sumber yang sama juga menyebut bahwa Phelan memiliki hubungan yang buruk dengan pimpinan utama Pentagon termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Phelan juga disebut berselisih dengan wakil Hegseth yakni Steve Feinberg dan pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut AS Hung Cao.
Kombinasi antara perintah tembak mati terhadap kapal Iran dan pemecatan Menteri Angkatan Laut ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Dunia internasional kini menunggu respons Iran atas ancaman langsung dari Presiden AS yang memerintahkan tindakan militer ofensif di perairan sengketa tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok