Berita, Internasional

Trump Klaim Perang dengan Iran Berakhir, Demokrat Ragukan Gencatan Senjata

Repelita.net

02 May 2026 17:36 WIB • 942 view

Trump Klaim Perang dengan Iran Berakhir, Demokrat Ragukan Gencatan Senjata
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengklaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir seiring dengan dimulainya gencatan senjata pada awal April 2026.

Klaim tersebut disampaikan Trump dalam surat resmi yang dikirimkan kepada para pemimpin Kongres pada Jumat, 1 Mei 2026, tepat di hari batas waktu yang ditetapkan Undang-Undang Kekuatan Perang atau War Powers Resolution 1973.

ADVERTISEMENT

“Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah diakhiri. Tidak ada baku tembak antara Pasukan Amerika Serikat dan Iran sejak 7 April 2026,” tulis Trump dalam suratnya sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal .

Langkah ini dinilai sebagai upaya Gedung Putih untuk menghindari kewajiban konstitusional berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973.

Undang-undang warisan era Perang Vietnam itu mewajibkan presiden untuk menghentikan operasi militer atau meminta otorisasi dari Kongres jika konflik berlangsung lebih dari 60 hari.

Trump secara resmi memberitahukan operasi militer ke Iran kepada Kongres pada 2 Maret 2026, sehingga batas waktu 60 hari jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026 .

Pemerintah AS berargumen bahwa status gencatan senjata saat ini secara hukum berarti hitungan mundur waktu telah dihentikan atau dihentikan sementara.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperkuat argumen ini dalam kesaksiannya di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat.

“Saat ini kita sedang dalam gencatan senjata, yang menurut pemahaman kami berarti hitungan mundur 60 hari berhenti atau dihentikan,” ujar Hegseth .

Namun interpretasi hukum ini diprediksi akan memicu konfrontasi sengit dengan anggota Senat dari Partai Demokrat.

Para anggota parlemen dari Partai Demokrat menolak pernyataan Trump bahwa perang sudah berakhir karena dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Mereka menyebut tidak ada ketentuan dalam War Powers Resolution yang memungkinkan gencatan senjata digunakan sebagai alasan untuk melewati batas waktu 60 hari .

Meskipun mengklaim operasi tempur telah berhenti, Trump memperingatkan bahwa ancaman dari Teheran tetap signifikan sehingga pergerakan pasukan di kawasan Timur Tengah akan terus berlanjut.

AS masih mengerahkan tiga kapal induk di kawasan tersebut dan terus memberlakukan blokade laut yang ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran .

Sementara itu, kapal induk USS Gerald R. Ford dikabarkan akan meninggalkan Timur Tengah dan mulai berlayar pulang ke pangkalan asalnya di Virginia pada pertengahan Mei 2026 .

Kepulangan kapal yang telah ditempatkan selama hampir 10 bulan ini menandai berakhirnya masa penugasan bersejarah yang mencakup berbagai operasi militer di kawasan.

Di sisi lain, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei menegaskan tekad bangsa Iran untuk melindungi pencapaian negara di bidang nuklir dan rudal sebagai aset nasional .

“90 juta warga Iran menganggap semua kemampuan berbasis identitas, spiritual, manusia, ilmiah, industri, dan teknologi dari nano dan bio hingga teknologi nuklir dan rudal sebagai aset nasional. Mereka akan melindunginya sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan darat, laut, dan udara mereka,” demikian pernyataan yang dibacakan di TV pemerintah Iran .

Mojtaba Khamenei juga menyatakan bahwa Iran akan memastikan keamanan Teluk Persia dan menghilangkan penyalahgunaan jalur air oleh musuh-musuh.

“Masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa AS di mana kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran bangsa-bangsa di dalamnya terlayani,” tegas pernyataan yang dikaitkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung