Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan sebuah klaim kontroversial mengenai adanya permintaan bagi militer negaranya untuk mengamankan material nuklir yang ia istilahkan sebagai debu nuklir dari kedaulatan Iran.
Pernyataan sepihak dari pihak Gedung Putih tersebut segera memicu reaksi tegas dari pemerintah Teheran yang menyatakan secara diplomatik bahwa mereka tidak akan pernah mengizinkan pemindahan cadangan uranium ke luar wilayah mereka.
ADVERTISEMENT
Situasi diplomasi yang semakin memanas ini mendorong Trump untuk segera menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping guna membahas penyelesaian krisis yang melanda kawasan Timur Tengah tersebut.
Pertemuan antara kedua pemimpin negara besar tersebut dianggap sebagai langkah strategis Washington untuk merangkul dukungan penuh dari Beijing dalam upaya memperkuat tekanan internasional terhadap posisi politik pemerintah Iran.
Di tengah carut-marut isu nuklir tersebut, Pemerintah Pakistan secara resmi mengeluarkan pernyataan bantahan terkait kabar burung mengenai kehadiran sejumlah unit pesawat militer milik Iran di fasilitas Pangkalan Udara Nur Khan.
Pihak otoritas keamanan di Islamabad menegaskan bahwa segala bentuk laporan mengenai adanya aktivitas militer asing di wilayah pangkalan tersebut merupakan informasi yang keliru dan sama sekali tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
Pakistan juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penyebaran berita tanpa verifikasi mengenai pergerakan armada udara lintas batas tersebut berpotensi besar merusak stabilitas keamanan serta mengganggu keharmonisan di wilayah regional tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok