Berita, Internasional

Trump Ketakutan Soal Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz

Repelita.net

30 March 2026 20:23 WIB • 1,058 view

Trump Ketakutan Soal Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keberatan keras terhadap kebijakan Iran yang mulai memungut biaya dari kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa negara itu tidak seharusnya menarik retribusi di jalur perairan strategis tersebut.

Pernyataan Trump muncul sebagai respons terhadap pernyataan anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi yang sebelumnya mengungkapkan keinginan untuk melegalkan pungutan bagi kapal yang melintas di selat yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

ADVERTISEMENT

Sejak 24 Maret 2026, Iran dilaporkan telah mulai memberlakukan biaya hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 33,8 miliar bagi setiap kapal dagang yang melewati Selat Hormuz, sebuah langkah yang dinilai Washington sebagai tindakan sepihak yang tidak dapat dibenarkan.

“Seharusnya mereka tak bisa melakukan itu, tetapi mereka sedang melakukannya sedikit,” kata Trump, dengan nada yang mencerminkan kekhawatiran atas dampak kebijakan tersebut terhadap arus perdagangan global.

Kekhawatiran Gedung Putih semakin mendalam mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global, di mana sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi perairan tersebut.

Eskalasi konflik di kawasan yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap target-target di Iran pada 28 Februari 2026 telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, mempengaruhi ekspor dan produksi minyak serta mendorong kenaikan harga energi dunia.

Iran sendiri telah membalas serangan awal tersebut dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, memperluas cakupan konflik dan memperketat kontrol Teheran atas lalu lintas maritim di selat yang berada di bawah pengawasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung