Berita, Internasional

Trump Kembali Ancam Rebut Kuba, Akan Kerahkan Kapal Induk Usai Perang Iran

Repelita.net

02 May 2026 16:04 WIB • 1,011 view

Trump Kembali Ancam Rebut Kuba, Akan Kerahkan Kapal Induk Usai Perang Iran
Foto: Istimewa

Repelita Florida - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan rencana kontroversial Washington untuk menggebuk dan mencaplok Kuba meskipun negaranya belum benar-benar mengakhiri perang di Iran.

Dalam sebuah acara di West Palm Beach, Florida, pada Jumat, 1 Mei 2026, Trump mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan mengerahkan kapal induk di sekitar lepas pantai guna menaklukkan negara kepulauan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kuba akan kita rebut segera mungkin. Orang-orang Kuba mendapat masalah," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

Kepala Gedung Putih itu mengisyaratkan bahwa rencana invasi tersebut akan dilakukan menyusul selesainya peran gabungan AS dan Israel melawan Iran.

Ia menyebut akan mengerahkan kapal-kapal Angkatan Laut AS menuju Kuba dalam perjalanan pulang dari medan perang di Iran.

Trump pun kembali bersumbar dengan nada percaya diri bahwa hanya dengan gertakan unjuk kekuatan militer saja AS akan mampu membuat Kuba menyerah tanpa perlawanan berarti.

"Mereka akan berkata 'terima kasih banyak. Kami menyerah.' Saya suka menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump menambahkan pernyataannya.

Pada hari Jumat yang sama, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah individu dan entitas yang terkait dengan pemerintah Kuba.

Pemberian sanksi tersebut dilandasi oleh kekhawatiran Washington atas ancaman yang dinilai membahayakan keamanan nasional serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Trump juga berulang kali menyatakan secara terbuka bahwa Kuba adalah target selanjutnya setelah AS dan Israel berhasil melancarkan serangan militer ke Iran.

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran di kawasan Amerika Latin mengingat Kuba selama puluhan tahun menjadi salah satu lawan politik utama Washington di kawasan tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan pada Sabtu, 2 Mei 2026, pemerintah Kuba belum memberikan tanggapan resmi terhadap ancaman terbaru dari Presiden Trump tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

R
Raden Muharris Sumego Bsc 02/05/2026

Pemimpin yg arogan Smoga mendpt pelajaran buat beliau ( sadar akan kesombongan & egoisnya)

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung