Berita, Internasional

Trump Jamu Raja Belanda di Gedung Putih, Minta Dukungan Tekan Iran tapi Belanda Tolak dan Sebut Blokade AS Mengkhawatirkan

Repelita.net

16 April 2026 22:05 WIB • 876 view

Trump Jamu Raja Belanda di Gedung Putih, Minta Dukungan Tekan Iran tapi Belanda Tolak dan Sebut Blokade AS Mengkhawatirkan
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjamu Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda di Gedung Putih dalam sebuah jamuan makan malam yang turut membahas ketegangan antara AS dan Iran.

Dalam pembicaraan itu, Trump menyampaikan pandangannya bahwa satu-satunya cara untuk segera mengakhiri perang dengan Iran adalah dengan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

ADVERTISEMENT

Mengutip laporan The Wall Street Journal, Trump mengatakan kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima bahwa tekanan yang lebih besar diperlukan untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan.

Hal ini disampaikan setelah putaran pertama negosiasi di Islamabad berakhir tanpa hasil yang memuaskan bagi pihak Amerika Serikat.

Namun, pemerintah Belanda disebut tidak bersedia mendukung langkah Trump dalam konflik tersebut.

Belanda bahkan menyebut blokade AS terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang mengkhawatirkan dan merupakan eskalasi demi eskalasi.

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten yang turut mendampingi raja dan ratu Belanda dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa sekutu-sekutu Eropa sedang menyiapkan rencana untuk membentuk koalisi besar.

Koalisi tersebut bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun baru akan dilakukan setelah perang berakhir.

“Kami sepakat untuk tidak sepakat,” ujar Jetten kepada wartawan setelah pertemuan itu sebagaimana dikutip dari laman NDTV pada Kamis, 16 April 2026.

Ia juga mengatakan bahwa jamuan makan malam tersebut terlalu singkat untuk saling meyakinkan, tetapi cukup untuk memahami posisi masing-masing.

Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Trump tampak berjalan sendiri dalam kebijakannya terkait perang dengan Iran.

Meski Trump berulang kali menyatakan kemenangan dan menyebut konflik itu hampir selesai, tidak ada sekutu yang benar-benar bergabung mendukung blokadenya.

Bahkan sebagian negara justru menolak secara terbuka meskipun Trump sempat mengatakan akan merilis daftar negara lain yang ikut terlibat.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian menyatakan bahwa blokade ini berjalan dengan sempurna tanpa bantuan negara lain.

Ia beralasan bahwa Amerika Serikat memiliki angkatan laut terkuat di dunia sementara angkatan laut Iran sudah berada di dasar laut.

Arab Saudi juga disebut telah mendesak Washington untuk membatalkan rencana tersebut karena khawatir Iran akan membalas dengan mengaktifkan kelompok-kelompok proksi.

Kelompok proksi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu jalur minyak di Laut Merah yang menjadi jalur vital bagi perekonomian global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung