Repelita Washington - Ketegangan geopolitik global kini semakin memanas di tengah mandeknya upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, situasi yang secara langsung mengancam jalur distribusi energi dunia melalui Selat Hormuz sebagai nadi perdagangan minyak global .
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana pengiriman utusan khusus ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Iran, sebuah keputusan yang menandakan hubungan kedua negara masih jauh dari kata membaik .
ADVERTISEMENT
Dua tokoh penting yakni Jared Kushner dan Steve Witkoff semula dijadwalkan terbang ke Islamabad guna bertemu pihak-pihak terkait termasuk mediator dari Pakistan, namun agenda tersebut tiba-tiba dibatalkan oleh Trump .
"Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan. Selain itu, ada pertikaian besar dan kebingungan dalam kepemimpinan mereka. Tidak ada yang tahu siapa yang benar-benar berkuasa, termasuk mereka sendiri," ujar Trump seperti dikutip dari Fox News .
Ia bahkan menambahkan nada keras terhadap Teheran dengan pernyataan "Kami memegang semua kartu, mereka tidak punya apa-apa. Jika mereka ingin berbicara, mereka tinggal menelepon saja," yang menunjukkan sikap dominan Amerika .
Sinyal kebuntuan ini juga terlihat dari langkah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi yang meninggalkan Islamabad tanpa hasil signifikan setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif .
Pihak Iran menegaskan tidak akan menerima tuntutan sepihak dari Amerika Serikat, dengan seorang sumber diplomatik Iran menyebut "Pada prinsipnya, pihak Iran tidak akan menerima tuntutan maksimal dari Amerika" .
Washington disebut tetap menekan dengan sanksi dan pembatasan ekspor minyak Iran, sementara Teheran merespons dengan memperketat kontrol di Selat Hormuz yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia .
Konflik yang lebih luas dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu, yang sejak itu diikuti serangan balasan Iran ke sejumlah target termasuk pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan Teluk .
Meskipun gencatan senjata tengah berlangsung saat ini, ketegangan belum sepenuhnya mereda dan dampaknya mulai terasa secara global mulai dari lonjakan harga energi hingga meningkatnya tekanan inflasi yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia .
Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt mengungkapkan bahwa masih ada sedikit kemajuan dalam komunikasi terbaru dengan Iran, meskipun belum cukup untuk membuka kembali jalur negosiasi formal .
Wakil Presiden AS JD Vance disebut tetap bersiap untuk melakukan perjalanan ke Pakistan jika peluang dialog kembali terbuka di tengah kebuntuan yang masih menyelimuti hubungan kedua negara .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok