Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam mengenai kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali meletup ke publik.
Komika Tretan Muslim melayangkan kritik keras terhadap pola penanganan serta sikap para pejabat negara dalam merespons musibah yang menimpa anak-anak tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menilai tindakan pejabat yang sekadar melawat korban ke rumah sakit atau mengumbar janji penindakan belum menyelesaikan akar masalah.
Kritikan terbuka itu diutarakan Tretan Muslim saat menanggapi aksi lapangan yang dilakukan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Aktivitas pimpinan BGN yang mendatangi fasilitas medis tempat perawatan para korban keracunan dinilai sarat akan kepentingan publikasi.
"Lagi sibuk juga dia nyamperin rumah sakit-rumah sakit tempat korban keracunan. Bukan ngonten ya, Dia ke situ bukan ngonten. Kebetulan memang kameranya ada beberapa mungkin terus gambarnya bagus, audionya jelas. Tapi itu dia bukan ngonten loh di rumah sakit tempat para korban ya," ujar Tretan Muslim.
Kehadiran tim dokumentasi berstandar profesional di ruang perawatan justru dinilai membuat publik ragu akan ketulusan aksi sosial tersebut.
Oleh sebab itu, Tretan Muslim menyarankan secara langsung agar pimpinan instansi terkait menghentikan kebiasaan merekam momen peninjauan korban.
"Boleh enggak kasih saran kepala BGN itu kalau jenguk orang enggak usah dikontainin. Orang enggak akan wih, keren. Ada sih mungkin beberapa yang bilang, 'Wih keren. Kepala BGR-nya datang.' Tapi menurut saya mending enggak usah dikontenin. Apalagi konten Anda bagus, kameranya, audionya jelas, itu sudah sangat konten." lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa serta kondisi psikologis para siswa harus menjadi prioritas utama ketimbang kemasan visual media sosial.
Masyarakat dinilai tidak membutuhkan tontonan berupa rekaman kunjungan kerja pejabat ke bangsal rumah sakit.
"Masyarakat tuh enggak butuh kontennya, enggak butuh, enggak terlalu butuh kayaknya Anda datang, Anda ngomong bahwa saya akan copot itu... Yang paling penting adalah siapa tersangkanya, siapa yang bertanggung jawab... Yang paling butuh Anda menindak dan mentersangkakan orang yang bertanggung jawab atas keracunan anak-anak ini." tegas Tretan Muslim.
Penegakan hukum yang transparan dan penetapan pihak bertanggung jawab dianggap jauh lebih krusial dibanding janji manis pencopotan jabatan.
Rakyat kini menantikan kejelasan mengenai penyebab utama kontaminasi makanan serta jaminan keamanan agar kejadian serupa tidak berulang.
Pola komunikasi pejabat publik saat menghadapi kondisi darurat harus diubah total dengan mengedepankan kerja nyata daripada pencitraan kamera.
Pertanggungjawaban hukum secara tuntas atas penderitaan anak-anak korban keracunan menjadi tuntutan utama yang wajib segera dipenuhi oleh pemerintah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok