Berita, Timur Tengah

The Wall Street Journal Laporkan Dugaan Keterlibatan Militer Uni Emirat Arab dalam Serangan ke Iran

Repelita.net

12 May 2026 16:10 WIB • 753 view

The Wall Street Journal Laporkan Dugaan Keterlibatan Militer Uni Emirat Arab dalam Serangan ke Iran
Foto: Istimewa

Repelita Abu Dhabi - Keterlibatan militer Uni Emirat Arab dalam konflik regional terungkap setelah laporan The Wall Street Journal membeberkan serangan rahasia pasukan Emirat terhadap fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan milik Iran pada awal April 2026.

Operasi militer yang tidak diakui secara terbuka oleh otoritas Abu Dhabi tersebut dilaporkan telah memicu kebakaran hebat yang melumpuhkan kapasitas operasional fasilitas energi Iran selama berbulan-bulan di tengah memanasnya situasi Teluk Persia.

ADVERTISEMENT

Langkah ofensif ini menandai eskalasi paling berani dari pihak Uni Emirat Arab bertepatan dengan momen Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata setelah rentetan kampanye serangan udara selama lima pekan terakhir.

Teheran merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan lebih dari dua ribu delapan ratus proyektil berupa rudal dan drone yang secara spesifik ditargetkan untuk menghancurkan infrastruktur vital di wilayah Uni Emirat Arab serta Kuwait.

Dampak dari pembalasan masif Iran tersebut telah mengguncang pilar ekonomi negara federasi itu dengan kerugian kapitalisasi pasar saham di Dubai dan Abu Dhabi yang mencapai angka seratus dua puluh miliar dolar hingga akhir April 2026.

Sektor pariwisata dan properti yang selama ini menjadi kebanggaan Abu Dhabi dilaporkan mengalami kemerosotan tajam sementara operasional penerbangan sipil terganggu berat dengan pembatalan lebih dari delapan belas ribu jadwal keberangkatan.

Banyak perusahaan besar di Uni Emirat Arab kini terpaksa mengambil kebijakan perumahan karyawan serta pemutusan hubungan kerja massal akibat dampak ekonomi sistemik yang meluas ke berbagai sektor industri utama di negara tersebut.

Laporan intelijen menyebutkan bahwa posisi Uni Emirat Arab yang semakin konfrontatif ini merupakan hasil dari koordinasi militer yang sangat erat dengan poros Amerika Serikat dan Israel guna menekan pengaruh Republik Islam Iran di kawasan.

Keterlibatan Abu Dhabi sebenarnya telah tercium sejak pertengahan Maret setelah munculnya jet tempur misterius di wilayah udara Iran serta jatuhnya drone Wing Loong II buatan China yang diduga dioperasikan oleh kekuatan militer negara Teluk.

Ketegangan ini juga memperburuk hubungan antara Uni Emirat Arab dengan Arab Saudi yang sudah lama bersaing dalam pengaruh politik dan ekonomi di kawasan semenjak keluarnya Abu Dhabi dari keanggotaan organisasi produsen minyak dunia atau OPEC.

Kini Uni Emirat Arab berada di garis depan pertempuran terbuka dengan Iran yang diprediksi akan mengubah peta stabilitas keamanan di Timur Tengah secara permanen seiring dengan semakin dalamnya aliansi militer strategis antara Abu Dhabi Washington dan Tel Aviv.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung