Berita, Nasional

Tere Liye Semprot Idrus Marham: Jangan Sok Beri Nasihat Etika Jika Pernah Tersandung Kasus Korupsi

Repelita.net

16 June 2026 18:12 WIB • 970 view

Tere Liye Semprot Idrus Marham: Jangan Sok Beri Nasihat Etika Jika Pernah Tersandung Kasus Korupsi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penulis Darwis atau akrab disapa Tere Liye menanggapi tajam komentar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, terkait etika kritik yang dilontarkan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kepada Presiden Prabowo Subianto.

Tere Liye secara terbuka meminta Idrus Marham untuk menghentikan aksinya dalam memberikan nasihat moral kepada mahasiswa mengenai cara mengkritik pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Tolong bilangin. Kalau kalian kenal dengan orang di foto ini, maka tolong bilangin, mending dia mingkem deh,” tulis Tere Liye di akun Facebook pribadinya, Selasa (16/6/2026).

Menurut Tere Liye, Idrus Marham tidak memiliki kapasitas untuk mengajari mahasiswa soal sopan santun dalam menyuarakan pendapat di ruang publik.

“Nggak usah sok ngasih nasihat ke mahasiswa soal sopan santun mengkritik pemerintah. Beneran deh, suruh dia mingkem,” lanjutnya.

Ia menyayangkan fenomena politik di tanah air di mana tokoh yang memiliki catatan hukum justru masih menempati posisi penting dan mendapatkan apresiasi publik.

“Negeri ini terlalu banyak dipenuhi politisi model begini. Nasib oh nasib. Di negeri ini tuh, mantan koruptor disanjung-sanjung,” cetusnya.

Tere Liye juga menyoroti ironi keterlibatan mantan narapidana korupsi yang aktif di ruang publik seolah-olah menjadi sosok paling beretika.

“Bisa jadi pejabat lagi, komisaris BUMN, ada yang ceramah sana-sini, sok paling bermoral, beretika, sok paling Pancasila, paling beprestasi, paling ini, paling itu,” sesalnya.

Ia pun mengkritik pendukung yang masih memberikan ruang kepada tokoh-tokoh tersebut untuk terus memengaruhi opini masyarakat.

“Dan pengikutnya bersorak sorai mendukung, menyambut. Duh, kacau balau logikanya,” tukasnya.

Di sisi lain, Tere Liye mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjamin kebebasan warga negara untuk mengkritisi pemerintah.

“Jadi, jika ada keluarga, tetangga, kenalan orang ini, tolong bilangin, mingkem,” tandasnya.

“Indonesia itu masih negara demokrasi bukan? Semua orang bebas mengkritik pemerintah, nah yang dikritik Prabowo, kok elu yang jumpalitan baper?,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung