Repelita [Jakarta] - Unggahan konten dari kreator @yusufshid
menyita perhatian usai mengulas pemaparan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenai arsitektur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
ADVERTISEMENT
Pemerintah menargetkan defisit anggaran menurun dari 2,85 persen menjadi 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto.
Di saat bersamaan target pertumbuhan ekonomi justru dinaikkan dari posisi 5,4 persen menuju angka 6 persen.
Penurunan defisit yang diiringi kenaikan target pertumbuhan tersebut mengindikasikan efisiensi penggunaan APBN yang makin optimal.
"Uang pajak yg dikumpulin makin punya dampak lebih besar ke ekonomi, bukan sekadar numpuk jd belanja doang," tulis akun @yusufshid
.
Langkah penyesuaian tersebut diambil mengingat porsi belanja pemerintah hanya mencakup sekitar 13 hingga 14 persen dari keseluruhan PDB nasional.
Sebagian besar pendorong ekonomi nasional masih didominasi oleh tingkat konsumsi rumah tangga yang mencapai angka 53 hingga 54 persen.
Guna mencapai target pertumbuhan enam persen pemerintah berfokus mendorong daya beli masyarakat serta sektor investasi swasta.
Strategi tersebut dijalankan melalui pemberian perlindungan sosial subsidi serta pengoptimalan peran Danantara sebagai pendorong investasi.
"Uang negara dipake seefisien mungkin biar bisa nyalain sektor2 lain," lanjutnya.
Penurunan defisit anggaran ini ditegaskan bukan bentuk pengetatan belanja melainkan upaya pengalihan dana agar lebih tepat sasaran. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads