Berita, Nasional

Tanggapi Kelangkaan Solar hingga Korban Jiwa, Bahlil: Urus Sopir Mogok Bukan Tugas Menteri ESDM

Repelita.net

18 July 2026 21:56 WIB • 573 view

Tanggapi Kelangkaan Solar hingga Korban Jiwa, Bahlil: Urus Sopir Mogok Bukan Tugas Menteri ESDM
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, buka suara menanggapi isu kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Sumatera.

Dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (18/7/2026), Bahlil menegaskan bahwa kewenangan kementeriannya terbatas pada tataran regulasi dan kebijakan strategis saja.

ADVERTISEMENT

“Harus diketahui, pemerintah, Menteri ESDM itu regulator, pembuat kebijakan,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa kendali atas distribusi BBM secara teknis berada di tangan PT Pertamina selaku pihak yang menjalankan operasional di lapangan.

“Implementasi kebijaakan penyaluran BBM itu ada pada Pertamina. Jadi bedakan dua itu tugasnya,” terangnya.

Bahlil mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menelusuri akar masalah, khususnya terkait situasi di Sumatera Utara.

Berdasarkan pengecekannya, ia menyebut stok bahan bakar sebenarnya tersedia, namun penyalurannya terhambat oleh aksi mogok kerja yang dilakukan para pengemudi.

“Nah secara kebetulan saya sudah panggil Pertamina untuk mengecek apa yang terjadi di Sumut. Di Sumut itu BBM ada, cuma penyalurannya, supirnya mogok, karena tidak tahu dinamika di bawalah. Kira-kira begitu,” ucapnya.

Menanggapi beban kerja yang terus diarahkan kepadanya, Bahlil menepis tanggung jawab atas urusan operasional sopir di lapangan dengan nada berseloroh.

“Masa sopir mogok urusan Menteri ESDM. Ini lama-lama urus perut sakit pun Menteri ESDM,” ujar Bahlil.

Ia memastikan saat ini kondisi distribusi solar di wilayah Sumatera sudah mulai berangsur pulih dan kembali normal.

Bahlil berharap ke depannya pihak media tidak lagi mengaitkan segala kendala teknis kendaraan atau masalah lapangan sebagai tanggung jawab instansinya.

“Teman-teman media tolong yah, jangan sampai nanti, minyak campur apa. Kabulatornya rusak, tanya Menteri ESDM. Ini lama-lama Menteri ESDM jadi montir juga ini,” pungkasnya.

Sementara itu, persoalan antrean panjang BBM di Sumatera sempat memakan korban jiwa setelah seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia saat sedang menunggu giliran pengisian.

Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menyayangkan musibah tersebut dan menilai antrean panjang berhari-hari menciptakan risiko kelelahan ekstrem bagi para pengemudi.

“Tapi meninggal dunia saat mengantre BBM di SPBU yang bisa dipastikan karena kelelahan tidak semestinya terjadi,” kata Sani.

Ia menyoroti kinerja BPH Migas yang dianggap gagal dalam menegakkan regulasi sehingga menyebabkan operasional angkutan darat menjadi terganggu.

“Akar permasalahan sudah jelas, BPH Migas tidak mampu menegakkan regulasi yang dibikin,” tegasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung