Berita, Nasional

Syahganda Nainggolan Prediksi Purbaya Yudhi Sadewa Bakal Diplot Jadi Gubernur Bank Indonesia

Repelita.net

09 October 2026 14:33 WIB • 152 view

Syahganda Nainggolan Prediksi Purbaya Yudhi Sadewa Bakal Diplot Jadi Gubernur Bank Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keputusan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan diperkirakan tidak akan membuatnya tersingkir lama dari jajaran pemerintahan nasional.

Pendiri Great Institute yang kini menjabat Kepala Badan Komunikasi Syahganda Nainggolan memprediksi Presiden Prabowo Subianto segera memanggil kembali sang teknokrat.

ADVERTISEMENT

Tokoh strategis tersebut diperkirakan bakal ditempatkan pada posisi baru yang sangat vital sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Pandangan mendalam ini diungkapkan dalam program diskusi bersama jurnalis senior Darmawan Sepriyossa melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 18 September 2026.

Menurut analisisnya, rotasi posisi di Kementerian Keuangan sama sekali bukan disebabkan oleh performa kerja yang buruk di mata kepala negara.

Presiden justru sangat menghargai kontribusi serta dedikasi nyata yang ditunjukkan Purbaya selama mengelola keuangan negara dalam kurun waktu satu tahun.

"Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya. Bisa saja dipanggil kembali," tegas Syahganda.

Kebijakan pergeseran ini dipandang murni sebagai taktik pragmatis kepemimpinan nasional demi meminimalisasi gejolak internal melalui skema manajemen konflik.

Hal itu dipicu oleh ketegasan mantan menkeu yang sangat berani dalam memberantas jaringan kejahatan ekonomi para oligarki di tanah air.

Langkah beraninya juga terlihat saat menertibkan kasus penyelewengan pajak korporasi raksasa serta memblokir segala bentuk intervensi lembaga finansial global.

Jika penawaran posisi baru tersebut benar-benar terealisasi, maka memimpin bank sentral dianggap sebagai pilihan paling ideal bagi rekam jejaknya.

Sebelum ditunjuk menjadi bendahara negara pasca-insiden kerusuhan Agustus tahun lalu, dirinya tercatat pernah menakhodai Lembaga Penjamin Simpanan.

Kematangan kepemimpinan di sektor pengawasan finansial tersebut menjadi modal utama dalam mengurai benang kusut problematika perbankan nasional.

"Problematika perbankan kita ke depan ini banyak, karena banyak bank yang masih tambal sulam. Selama Pak Purbaya di LPS, dia sudah mengidentifikasi mana bank-bank atau lembaga keuangan lainnya yang sudah sepantasnya ditutup atau dibenahi. Pak Purbaya sudah tahu itu," ungkap Syahganda.

Penempatan figur ini di pucuk pimpinan bank sentral diyakini akan memperoleh respons positif serta dukungan luas dari berbagai kalangan.

Karakter kuatnya dinilai murni sebagai pekerja profesional di bidang ekonomi, bukan tipe politisi yang sibuk berburu popularitas menjelang Pemilu 2029.

"Kalau dia dimasukkan ke bank sentral tentu dia senang, karena dia bisa melanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu. Kalau menurut saya, 70 persen okelah dia akan menerima tawaran itu," pungkas Syahganda.

Untuk saat ini, masyarakat diimbau memberikan ruang bagi sang mantan menteri guna beristirahat sejenak dari ingar-bingar tensi politik pasca-pencopotan.

Situasi jeda ini juga dinilai berkaitan erat dengan agenda evaluasi jajaran kabinet susulan yang dijadwalkan oleh Presiden pada Oktober 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung