Berita, Viral Sosmed

Susi Pudjiastuti Sindir Menteri Bahlil Soal Imbauan Matikan Kompor: Ketahuan Pak Menteri Tak Pernah Masak

Repelita.net

28 March 2026 14:08 WIB • 990 view

Susi Pudjiastuti Sindir Menteri Bahlil Soal Imbauan Matikan Kompor: Ketahuan Pak Menteri Tak Pernah Masak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengenai efisiensi bahan bakar dengan mematikan kompor setelah masakan matang terus menuai beragam respons dari berbagai kalangan masyarakat.

Setelah sebelumnya pernyataan tersebut dibela oleh mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, kali ini kritik tajam justru datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang menanggapi imbauan tersebut dengan komentar singkat namun menohok.

ADVERTISEMENT

Susi menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Menteri ESDM tersebut justru menunjukkan kurangnya pengalaman memasak di dapur rumah tangga, karena mematikan kompor setelah masakan matang merupakan kebiasaan yang sudah dilakukan oleh setiap ibu rumah tangga.

Ketahuan Pak Menteri tidak pernah masak, demikian ujar Susi dalam pernyataannya yang dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026, menyindir bahwa imbauan tersebut sebenarnya tidak perlu disampaikan sebagai solusi penghematan energi.

Lebih jauh, Susi menekankan bahwa imbauan tersebut tidak menjadi sesuatu yang genting untuk disampaikan sebagai solusi penghematan, karena kalau sudah matang ya pasti dimatikan toh, demikian tandasnya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sesuai dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional di tengah ketidakstabilan pasokan bahan bakar minyak dunia akibat perang di Timur Tengah.

Bahlil mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap menggunakan energi dengan bijak, sebuah pernyataan yang ia sampaikan usai melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi di sejumlah SPBU di Jawa Tengah pada Kamis, 26 Maret 2026.

Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara, kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki, harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insya Allah tidak lagi kita lakukan impor, demikian ucap Bahlil.

Bahan bakar minyak berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri, tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya termasuk minyak mentahnya, tambahnya menjelaskan kondisi energi nasional saat ini.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri melainkan membutuhkan dukungan dari masyarakat dengan cara memanfaatkan energi yang ada secara bijak dan bertanggung jawab.

Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros, kemudian SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana, karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat, demikian ujar Bahlil.

Kementerian ESDM memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan bahan bakar minyak dan LPG, dapat terpenuhi dalam periode mudik dan arus balik dalam memperingati Hari Raya Idulfitri yang akan segera tiba.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung