Repelita Jakarta - Budayawan kondang Sudjiwo Tejo melontarkan pandangan menohok mengenai akar kegagalan reformasi serta fenomena perpolitikan nasional yang dinilai masih terjebak dalam lingkaran dendam kekuasaan masa lalu hingga hari ini.
Berdasarkan unggahan akun @berpikir.rasional
ADVERTISEMENT
pada 27 menit lalu, pemikiran sang seniman menyoroti mengapa kemakmuran bagi rakyat banyak belum juga terwujud secara merata sementara praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme justru semakin merajalela.
Gerakan perubahan pada tahun 1998 silam dinilai tidak sepenuhnya lahir dari niat tulus untuk memperbaiki sistem bernegara, melainkan didasari oleh dorongan dendam politik terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto pada masa itu.
Pola mentalitas serupa diungkapkan kembali terjadi pada era modern tatkala berbagai gelombang kritik maupun penolakan terhadap figur kepemimpinan nasional saat ini kerap dilegitimasi tanpa menawarkan konsep gagasan pembangunan yang ideal bagi masa depan bangsa.
Analisis mendalam tersebut menggarisbawahi bagaimana perjalanan demokrasi di tanah air kerap kali dibajak oleh sentimen emosional antarelite alih-alih berfokus pada substansi perbaikan kesejahteraan hidup masyarakat luas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok