Berita, Nasional

Sudaryono Sebut 60 Persen Lebih Penghujat Prabowo di Medsos Bukan Orang,Singgung Robot and Akun Palsu

Repelita.net

20 October 2026 21:39 WIB • 120 view

Sudaryono Sebut 60 Persen Lebih Penghujat Prabowo di Medsos Bukan Orang,Singgung Robot and Akun Palsu
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Tanggapan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengenai ramainya narasi sentimen negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto di platform digital tengah memicu perhatian luas.

ADVERTISEMENT

Sudaryono menilai tingginya intensitas kecaman serta sentimen kurang menguntungkan bagi kepala negara di jagat maya tidak sepenuhnya merepresentasikan opini riil dari masyarakat luas.

Dirinya menduga bahwa dinamika percakapan di ruang siber tersebut secara masif dipengaruhi oleh pergerakan akun robot atau akun palsu yang sengaja dioperasikan demi memanipulasi isu tertentu.

Pernyataan berskala nasional tersebut disampaikan oleh Sudaryono saat dirinya memberikan pidato politik dalam sebuah forum kegiatan internal Partai Gerindra.

Dokumentasi rekaman video orasi tersebut kemudian diunggah secara terbuka melalui akun Instagram pribadi miliknya pada tanggal 22 September 2026.

Dalam penyampaiannya, Sudaryono memproyeksikan bahwa lebih dari kisaran 60 persen muatan percakapan di media sosial terindikasi kuat tidak digerakkan oleh aktivitas manusia asli.

Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat berbagai topik pembicaraan publik menjadi sangat rentan distir oleh pergerakan sistem akun otomatis yang masif.

“Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang,” ujar Sudaryono dalam pernyataannya.

Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menjabarkan bahwa ruang siber saat ini memang telah menjelma menjadi salah satu wadah utama bagi publik dalam mengkritisi berbagai persoalan fundamental.

Kendati demikian, dirinya menggarisbawahi bahwa tidak seluruh topik yang tampak viral di linimasa mencerminkan basis pemikiran masyarakat secara objektif.

Eksistensi akun bot serta profil palsu dituding memiliki kemampuan teknis untuk memonopoli ruang komunikasi publik demi menaikkan pamor isu tertentu secara terstruktur.

Melalui skema manipulasi digital tersebut, sebuah narasi politik dapat direkayasa agar terlihat jauh lebih dominan dan terkesan didukung oleh mayoritas pengguna internet.

Dirinya bahkan melayangkan tudingan bahwa jaringan akun otomatis yang bertugas memproduksi sentimen negatif terhadap Prabowo dikendalikan oleh kelompok oligarki dan koruptor.

Kelompok tersebut diklaim memiliki kepentingan tersendiri untuk menjegal serta tidak menginginkan Prabowo terus memimpin keberlanjutan pemerintahan Indonesia.

Lebih lanjut, Sudaryono memberikan klarifikasi mendalam perihal klasifikasi kelompok pengguna yang kedapatan ikut melayangkan hujatan kepada sang Presiden.

Dirinya memberikan penegasan bahwa tidak seluruh pihak yang bersikap kritis atau menyampaikan komplain di media sosial dikategorikan sebagai akun robot.

Sudaryono mengonfirmasi adanya keterlibatan dari pengguna manusia asli yang semula tidak berniat menghujat, namun akhirnya terpengaruh ikut arus lantaran melihat isu tersebut sedang viral.

“Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat,” katanya.

Melalui penjabaran tersebut, Kepala BGN ini mencoba memetakan garis demarkasi yang jelas antara akun sistem otomatis dengan netizen manusia yang terprovokasi tren percakapan.

Terminologi bukan orang yang dilontarkannya murni merujuk pada klaim populasi akun bot di ruang digital, bukan sebuah generalisasi bahwa semua pengkritik pemerintah bukanlah manusia.

Di samping mengulas isu manipulasi digital, Sudaryono menyayangkan banyaknya capaian positif kabinet yang justru luput dari perhatian besar netizen di media sosial.

Salah satu contoh konkrit yang diangkatnya adalah komitmen regulasi mengenai pengangkatan guru honorer untuk dialihkan statusnya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Isu krusial yang menyangkut hajat hidup tenaga pendidik tersebut dinilai sangat layak mendapatkan atensi penuh, namun kerap kalah pamor dari pembahasan negatif di linimasa.

Dirinya kemudian memberikan seruan terbuka bagi seluruh kader serta simpatisan pendukung pemerintah agar tidak bersikap pasif dalam menghadapi benturan narasi di dunia maya.

Sudaryono meminta seluruh barisan pendukung untuk bergerak aktif dan konsisten dalam mengamplifikasi berbagai kebijakan positif serta program kerja nyata dari pihak Presiden.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung