Berita, Nasional

STLO Madas Nusantara Dicabut dari Bali Setelah Gelombang Penolakan Warga

Repelita.net

09 June 2026 18:21 WIB • 771 view

STLO Madas Nusantara Dicabut dari Bali Setelah Gelombang Penolakan Warga
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerintah Provinsi Bali secara resmi menghentikan operasional organisasi kemasyarakatan Madura Asli (Madas) Nusantara di wilayah tersebut.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali melakukan pencabutan terhadap Surat Tanda Lapor Organisasi Kemasyarakatan (STLO) yang baru saja diberikan beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas meluasnya penolakan dari berbagai elemen masyarakat Bali yang mengkhawatirkan potensi gangguan keamanan serta konflik sosial di masa depan.

Kami cabut STLO merespons tuntutan masyarakat di media sosial, ada beberapa elemen masyarakat yang menghendaki keberadaan Madas Nusantara tidak ada di Bali, ujar Kepala Badan Kesbangpol Bali, Gede Suralaga.

Keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi mendalam yang dilakukan bersama Tim Terpadu Pengawasan Ormas serta Kesbangpol Kota Denpasar.

Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa ke depannya proses perizinan serupa akan dilakukan dengan lebih ketat dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat lokal.

Meskipun STLO telah dicabut, Gede Suralaga menjelaskan bahwa kewenangan membubarkan organisasi secara permanen bukan berada pada instansi pemerintah daerah.

Siapa yang membuat itu yang membubarkan, ini karena setiap ormas yang sudah berbadan hukum, ber-SKT, di daerah dia melaporkan dirinya ke pemerintah daerah.

Jadi, kewenangan kami mengeluarkan STLO sebagai pencatatan, kami hanya sebatas mencabut STLO itu, tambahnya.

Sebelumnya, kelompok masyarakat sempat mendatangi kantor Kesbangpol Bali pada 8 Juni 2026 untuk menyuarakan keberatan mereka.

Perwakilan warga, Nyoman Gede Wismaya, menegaskan bahwa penolakan ini bukan ditujukan kepada individu perantau asal Madura, melainkan pada pembentukan organisasi eksklusif tersebut.

Kami tidak menolak saudara dari Madura yang datang ke Bali untuk mencari rezeki, karena selama ini mereka sudah hidup dengan aman.

Namun, yang kami tolak adalah Madas atau bentuk ormasnya.

Ini adalah langkah antisipasi setelah melihat beberapa kejadian yang pernah kami dengar, tutur Nyoman Gede Wismaya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung