Berita, Nasional

Spanduk Surat Permohonan Maaf Mengatasnamakan UGM Terbentang Di Bundaran Kampus Berisi Kritik Keras Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Repelita.net

21 May 2026 20:46 WIB • 1,015 view

Spanduk Surat Permohonan Maaf Mengatasnamakan UGM Terbentang Di Bundaran Kampus Berisi Kritik Keras Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Yogyakarta] - Kawasan landmark perlintasan utama di sekitar area kampus negeri ternama dikejutkan oleh munculnya aksi teatrikal senyap berupa pembentangan atribut aksi berskala jumbo yang bermuatan kritik ketatanegaraan.

Atribut kain putih berukuran masif tersebut dipasang dengan posisi terjepit di antara dua tiang pengibaran simbol negara yang sengaja diatur pada posisi setengah tiang sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT

Gerakan moral yang diduga kuat diinisiasi oleh kelompok elemen pergerakan mahasiswa tersebut mulai terdeteksi terpasang rapi di lokasi publik pada pukul tujuh lebih tiga puluh menit Waktu Indonesia Barat.

Bagian pembuka dokumen jalanan tersebut mencantumkan tajuk maklumat yang menegaskan sikap penyesalan kultural sivitas akademika terhadap situasi kepemimpinan nasional di bawah kendali kabinet baru saat ini.

Narasi tertulis yang terpampang mengatasnamakan institusi Kampus Biru tersebut ditujukan sebagai bentuk ungkapan penyesalan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat di tanah air.

Mereka melayangkan protes keras atas pembiaran proses suksesi kepemimpinan eksekutif tertinggi yang dinilai telah membawa dampak buruk bagi stabilitas perekonomian serta integritas birokrasi negara.

Adapun pesan aslinya berbunyi "With ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan PRABOWO-GIBRAN menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029. Demikian permohonan maaf ini kami buat sebagai bentuk PENYESALAN karena melihat betapa BOBROKNYA KEPEMIMPINAN NASIONAL hari ini ayng menjadi jalan pintas kehancuran banga, ditandai dengan berkuasanya orang-orang tanpa kompetensi, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi,".

Keberadaan visual yang tidak biasa ini seketika mencuri perhatian para pengguna jalan yang melintas hingga membuat banyak pengendara memperlambat laju kendaraan demi mendokumentasikannya.

Aktivitas pembacaan massal di ruang terbuka tersebut tidak bertahan lama setelah jajaran petugas keamanan internal universitas bergerak taktis untuk menertibkan atribut ilegal tersebut pada pukul sembilan lebih dua puluh tujuh menit.

Seluruh kelengkapan demonstrasi termasuk dua bendera merah putih ikut diturunkan paksa oleh petugas guna mensterilkan kembali kawasan bundaran dari kerumunan massa aksi dalam hitungan menit.

Hingga naskah berita ini disiapkan untuk disiarkan, jajaran pimpinan rektorat universitas setempat belum memberikan pernyataan resmi ataupun tanggapan hukum mengenai kemunculan spanduk satire tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung