Berita, Nasional

[SOROTAN] Danantara Siap Tutup PT INTI, Dony Oskaria Bongkar Bobroknya Sinergi BUMN Era Lama

Repelita.net

25 May 2026 17:55 WIB • 819 view

[SOROTAN] Danantara Siap Tutup PT INTI, Dony Oskaria Bongkar Bobroknya Sinergi BUMN Era Lama
Foto: Istimewa

Repelita [Yogyakarta] - Lembaga baru superholding Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara tengah mematangkan skenario untuk melikuidasi secara total operasional perusahaan pelat merah sektor teknologi komunikasi PT Industri Telekomunikasi Indonesia akibat akumulasi hambatan struktural yang berkepanjangan.

Keputusan pembubaran entitas usaha milik negara yang berbasis di Jawa Barat ini terpaksa diambil lantaran pola koordinasi serta iklim operasional antarperusahaan di bawah payung birokrasi sebelumnya berjalan sendiri-sendiri tanpa sinergi yang kokoh.

ADVERTISEMENT

Sinyal eksekusi penutupan aset negara tersebut dibeberkan secara terbuka oleh Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, saat menghadiri forum diskusi finansial tahunan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Mungkin kita mengenal dulu banyak BUMN-BUMN terkenal, kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal sekarang menghadapi permasalahan mungkin akan kita tutup juga," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, dikutip redaksi Senin 25 Mei 2026.

Padahal jika menengok lembaran sejarah korporasi, perusahaan teknologi komunikasi yang telah berdiri kokoh sejak akhir Desember tahun 1974 tersebut merupakan salah satu pilar utama penopang kemandirian ekosistem jaringan siber nasional.

Hingga periode krusial ini, korporasi berskala nasional itu sejatinya masih aktif menjalankan geliat industri manufaktur melalui produksi kabel serat optik modern, tabung gas melon berbahan komposit, hingga perakitan instrumen energi pintar untuk pasar domestik.

Lebih lanjut, pimpinan birokrasi BUMN tersebut menguraikan bahwa hambatan terbesar dalam memitigasi kebangkrutan korporasi negara yang sedang kritis adalah ketiadaan regulasi pengikat yang mengizinkan adanya skema subsidi silang antar-entitas usaha.

Keterbatasan wewenang yang melekat pada Kementerian BUMN pada era terdahulu hanya menempatkan lembaga tersebut sebagai administrator pengelola dan bukan pemilik aset mutlak, sehingga arus modal perusahaan sehat tidak dapat dialokasikan untuk menyelamatkan unit usaha yang sekarat.

“Tetapi karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain, menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan,” paparnya mengidentifikasi kelemahan mendasar dalam tata kelola korporasi plat merah masa lalu.

Kehadiran badan investasi terintegrasi Danantara kini diposisikan sebagai instrumen penyelamat total yang bakal melebur seluruh sekat birokrasi korporasi melalui satu komando kepemilikan saham guna mempermudah proses restrukturisasi maupun penyehatan aset negara di masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung