Berita, Nasional

Soal Kasus Penyadapan, Pakar Psikologi Ingatkan Prabowo: Jangan Bikin Jokowi dan Gibran Marah!

Repelita.net

08 November 2026 22:15 WIB • 60 view

Soal Kasus Penyadapan, Pakar Psikologi Ingatkan Prabowo: Jangan Bikin Jokowi dan Gibran Marah!
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan perkara dugaan penyadapan ilegal agar tidak membuat Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merasa tersudut hingga marah.

ADVERTISEMENT

Ia menilai bahwa memperluas konstruksi kasus tersebut hingga menyerempet ke tuduhan makar justru sangat berisiko memicu konflik politik terbuka di antara kelompok elite begitu materi hasil penyadapan dibongkar ke ruang publik.

Reza berpandangan pemerintah sebaiknya membatasi penanganan perkara hukum ini hanya pada pasal pelanggaran prosedur penyadapan ilegal saja demi mencegah munculnya ekses persoalan baru yang dapat memperkeruh stabilitas politik nasional.

Pandangan kritis tersebut disampaikan Reza saat berbincang bersama jurnalis senior Don Bosco Selamun dalam tayangan program Bang Don Zuper Opini di kanal YouTube Tutur Media pada Sabtu, 7 November 2026.

"Sudahlah, berhenti saja di pasal tentang penyadapan ilegal. Stop," kata Reza, sebagaimana dikutip pada Minggu, 8 November 2026.

Ia mengakui secara jujur bahwa dirinya secara pribadi sebenarnya tidak sepenuhnya merasa puas apabila pengusutan kasus tersebut hanya berhenti pada aspek prosedural semata.

Namun demikian, Reza memperhitungkan secara cermat berbagai dampak besar yang bisa timbul apabila proses persidangan berkembang hingga mengungkap seluruh isi percakapan rahasia hasil penyadapan.

Menurutnya, materi rekaman yang diperdengarkan di muka persidangan berpotensi membuka percakapan sensitif mengenai hubungan antara pemegang kekuasaan, kalangan pengusaha, hingga kelompok oligarki.

Bahkan, ia menilai terbuka kemungkinan terungkapnya berbagai bentuk negosiasi tersembunyi antara elite penguasa dengan para pelaku usaha di balik layar pemerintahan.

Reza juga mengaku tidak begitu yakin seluruh indikasi pelanggaran hukum yang mungkin muncul dari isi materi penyadapan akan ditindaklanjuti secara konsisten oleh aparat penegak hukum.

Ia menyinggung preseden sejumlah kasus besar yang dalam fakta persidangannya memunculkan nama-nama tokoh baru, tetapi pada akhirnya tidak seluruhnya berujung pada penindakan hukum.

Lebih jauh, Reza menyoroti potensi guncangan politik serius apabila Joko Widodo beserta Gibran Rakabuming Raka merasa disudutkan oleh arah perkembangan kasus hukum ini.

Ia memperkirakan situasi politik nasional bisa menjadi jauh lebih rumit dan sulit dikendalikan apabila keduanya bereaksi keras dengan membeberkan rekaman hasil penyadapan lain yang selama ini belum diketahui masyarakat luas.

"Kalau Gibran dibikin marah, Jokowi dibikin marah dengan asumsi yang saya katakan tadi, kalau mereka marah, mereka buka hasil penyadapan itu bagaimana?" ujarnya.

Reza mengingatkan bahwa rekaman penyadapan yang beredar tanpa kendali di ruang publik dapat memantik lahirnya gelombang persoalan baru yang lebih berbahaya.

Terlebih lagi, potongan percakapan rahasia sangat mudah disebarluaskan secara bertahap melalui media sosial, baik berupa materi asli maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kondisi semacam itu berisiko tinggi memperbesar eskalasi ketegangan sosial sekaligus memicu berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat.

Reza mengibaratkan dinamika polemik penyadapan ini sebagai situasi ketika masing-masing pihak yang bertikai memegang informasi sensitif atau kartu as yang dapat digunakan untuk saling menjatuhkan lawan politik.

Menurutnya, apabila para tokoh mulai saling membongkar informasi rahasia yang selama ini disimpan rapat, dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan oleh siapa pun.

Ia juga mengingatkan bahwa pertarungan terbuka antarelite politik tidak selalu menguntungkan pihak yang pertama kali memulainya.

Ketika ditanya mengenai peluang terbukanya isi materi penyadapan serta dampaknya terhadap tingkat popularitas Presiden Prabowo, Reza kembali menegaskan adanya konsekuensi politik yang tidak mudah diprediksi.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait agar menahan diri serta tidak mengeluarkan pernyataan yang justru memperbesar ketegangan politik.

"Jangan terlalu banyak komentar. Kartu as kalian sudah dipegang," ucapnya.

Reza berharap penanganan dugaan penyadapan ilegal tetap dijalankan melalui koridor hukum yang terukur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ia menutup peringatannya agar perkara tersebut tidak berkembang menjadi ajang saling membuka rahasia di antara kelompok elite politik nasional. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung