Berita, Nasional

Skenario Pilpres 2029: Mirip SBY-JK, Gibran Berpotensi Head to Head Lawan Prabowo Jika Duet Berakhir di Tengah Jalan

Repelita.net

06 July 2026 01:01 WIB • 1,249 view

Skenario Pilpres 2029: Mirip SBY-JK, Gibran Berpotensi Head to Head Lawan Prabowo Jika Duet Berakhir di Tengah Jalan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kans politik Gibran Rakabuming Raka untuk menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia dinilai semakin terbuka lebar apabila ia tetap mendampingi Prabowo Subianto hingga dua periode.

Analisis tersebut disampaikan pengamat politik Adi Prayitno yang melihat dinamika koalisi saat ini sebagai jembatan strategis bagi karier politik sang Wakil Presiden.

ADVERTISEMENT

"Kalau Prabowo-Gibran lanjut dua periode, ini bisa jadi langkah mulus bagi Gibran untuk menjadi the next presiden setelah Prabowo," kata Adi Prayitno, Minggu (5/7/2026).

Namun, Adi juga menyoroti skenario alternatif seandainya kerja sama antara kedua tokoh tersebut tidak berlanjut pada kontestasi Pilpres 2029 mendatang.

Dalam kondisi tersebut, ia menilai Gibran harus memiliki keberanian untuk meniti jalan sendiri dan masuk dalam gelanggang pemilihan sebagai calon presiden.

"Kalau Gibran memang tidak berjodoh berduet kembali dengan Prabowo Subianto, tentu peran politiknya harus berani. Gibran harus maju di 2029 sebagai calon presiden, meskipun harus head to head dan berkompetisi dengan Prabowo," ujarnya.

Adi menyebutkan bahwa persaingan antara tokoh yang pernah berada dalam satu kabinet adalah dinamika yang wajar dan sudah lazim terjadi di Tanah Air.

Ia mengambil contoh pecahnya kongsi antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang sempat menjadi pasangan kepala negara pada periode 2004 hingga 2009.

"Karena dalam politik adalah hal yang lumrah. Hari ini teman, besok berkompetisi. Itu pernah terjadi dengan Pak Jusuf Kalla. Tahun 2004 SBY-JK menjadi pasangan presiden dan wakil presiden. Tapi pada 2009 SBY maju, JK juga maju, saling berhadapan satu sama lain," jelasnya.

Berkaca dari sejarah tersebut, Gibran dipandang memiliki ruang dan legitimasi yang cukup untuk menantang siapapun, termasuk Prabowo, dalam pemilu masa depan.

Potensi konfrontasi politik di masa depan antara mentor dan anak didik ini dianggap sebagai skenario yang sangat mungkin terealisasi dalam peta demokrasi nasional. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung